17 March 2021, 14:34 WIB

Ada 289 Titik Banjir di Jakarta Sepanjang Januari-Februari


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

SELAMA Januari-Februari 2021, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) mencatat 289 titik lokasi banjir di Jakarta.

Mayoritas banjir disebabkan limpasan air kali yang terjadi di 129 titik. Kemudian, banjir yang diakibatkan curah hujan tinggi menyasar 110 titik.

"Lalu, ada yang diakibatkan limpasan drainase 58 titik, drainase tersumbat 26 titik, daerah cekungan 21 titik dan bocoran tanggul 12 titik. Sisanya, banjir diakibatkan tanggul jebol, penyempitan sungai dan air rob," jelas Kepala BBWSCC Bambang Heri Mulyono dalam diskusi virtual, Rabu (17/3).

Baca juga: Anies Sebut Banjir Jakarta Disebabkan Curah Hujan Ekstrem

Dari jumlah tersebut, sebanyak 99 titik banjir terjadi pada Februari. Bambang menyebut pada Januari dan Februari, curah hujan di wilayah Jakarta cukup tinggi.

Berdasarkan pantauan stasiun cuaca milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi menyasar daerah selatan ,seperti Jakarta Selatan, Depok, Bogor, serta Tangerang Selatan.

Curah hujan di Pasar Minggu misalnya, pada 19-20 Februari terpantau 226 mm per hari dan di Sunter Hulu sebesar 197 mm per hari, atau masuk kategori ekstrem. "Namun, kita lihat efek banjirnya memang meluas hingga ke pusat, timur, bahkan utara Jakarta," imbuh Bambang.

Baca juga: Korlantas Polri Persiapkan Aturan Kegiatan Mudik Lebaran 2021

Tidak hanya Jakarta, Bekasi juga termasuk wilayah yang terkena banjir cukup parah karena penyempitan kali dan daerah cekungan. Sekretaris Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan jumlah kawasan yang terenda mbanjir pada awal tahun ini menurun. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat sebanyak 113 RW yang tergenang banjir sepanjang 2021. Jumlah ini menurun bila dibandingkan pada 2020 sebanyak 321 RW dan pada 2019 sebanyak 569 RW.(OL-11)

BERITA TERKAIT