15 March 2021, 19:52 WIB

Polda Metro Jaya Larang Anggota Kawal Moge dan Mobil Mewah


Rahmatul Fajri | Megapolitan

KEPOLISIAN Daerah Metro Jaya melarang jajarannya untuk mengawal konvoi motor gede, mobil mewah, dan pesepeda. Hal itu dilakukan agar tidak ada kecemburuan sosial di tengah masyarakat.

"Pengawalan yang dilakukan polisi itu sering menimbulkan kecemburuan masyarakat. Oleh sebab itu, saya melarang anggota saya untuk mengawal motor besar, mobil mewah, dan rombongan pesepeda," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (15/3).

Sambodo mengatakan pengawalan bisa dilakukan kepada pihak yang prioritas, seperti dalam event olahraga yang harus mengawal para atlet. "Kecuali untuk memang mereka kegiatan olahraga yang memang itu atlet, ya itu kita kawal," kata Sambodo.

Sebelumnya, polisi menilang pengendara Porsche 911 di off ramp Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Jumat (12/3). Pengendara mobil sport tersebut diduga ugal-ugalan saat mengikuti konvoi yang dikawal petugas bermotor dari Dinas Perhubungan.

Menanggapi hal itu, ia menegaskan ada pihak prioritas yang mendapatkan pengawalan. Selain itu, hanya Polri yang bisa menghentikan kendaraan lain saat melakukan pengawalan. Aturan itu tertuang dalam Pasal 135 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Dalam pengawalan terkadang memang harus menghentikan kendaraan orang lain. Itulah sebabnya kemudian pengawalan itu kewenangan Polri dan petugas lain yang diberikan dalam UU, misalnya pengawalan presiden dan wapres yang dari POM TNI kan terlibat," kata Sambodo. (OL-14)

BERITA TERKAIT