03 March 2021, 22:32 WIB

Ada Kasus Mutasi Covid-19, Wagub DKI Imbau Warga Tetap Tenang


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengimbau agar masyarakat tetap tenang menghadapi informasi adanya kasus mutasi baru covid-19 di Indonesia. Pria yang akrab disapa Ariza itu juga meminta agar masyarakat terus waspada serta disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. 

"Masyarakat tetap tenang, tapi juga harus waspada karena menurut informasi yang kita terima penularannya lebih cepat. Namun, tidak mematikan. Namun demikian, bukan berarti kita bisa santai. Justru ini harus kita sikapi secara bijak dengan tetap mengenakan protokol kesehatan secara ketat dan protokol kesehatan lainnya. Kami minta seluruh masyarakat warga jakarta tenang dan terus melaksanakan protokol kesehatan," kata Ariza, Rabu (3/3).

Politikus Partai Gerindra itu menegaskan pihaknya sudah lama mengantisipasi kemungkinan munculnya mutasi baru covid-19 di Ibu Kota. Menurutnya, seluruh pihak harus berhati-hati terhadap kemungkinan munculnya mutasi baru tersebut.

Baca juga : Angka Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.437

Ia meyakini pemerintah pusat sudah melakukan pencegahan penularan melalui pengawasan terhadap para pelaku perjalanan luar negeri baik melalui pelabuhan maupun bandara.

"Saya kira dunia Indonesia termasuk kami di Jakarta sejak lama juga sudah mengantisipasi potensi mungkinnya timbulnya terjadi varian baru ini. Tentu kita memang harus berhati-hati terhadap varian virus ini dari Inggris. Kita percaya pemerintah pusat sudah menyediakan mekanisme aturan dan SOP pencegahan di pintu-pintu masuk mungkin hadirnya virus baru itu," ujarnya.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta pun terus berkomunikasi dan berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan informasi terkait mutasi baru covid-19.Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak lalai protokol kesehatan meskipun sudah divaksin.

"Sekalipun kita sudah berjalan vaksin alhamdulillah, namun protokol kesehatan tetap yang utama. Jadikan protokol covid sebagai kebutuhan bukan karena regulasi, bukan karena aparat, bukan karena beratnya sanksi tapi jadikan ini sebagai kebutuhan sehari-hari," tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT