23 February 2021, 14:56 WIB

Banyak Lansia Antre Vaksin, RSUD Kembangan: Akibat Belum Daftar


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

RSUD Kembangan di wilayah Jakarta Barat sempat kewalahan. Sebab, banyak warga lansia yang ingin divaksin covid-19 dan mengantre hingga ke luar bangunan.

Sebagian besar ternyata datang tanpa melakukan pendaftaran terlebih dulu. Namun, pada Selasa (23/2) ini, sudah tidak ada antrean panjang. Petugas sudah mengatur sedemikian rupa agar vaksinasi tidak menimbulkan kerumunan.

Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah membuka tahap vaksinasi covid-19 bagi lansia. Mereka diwajibkan mendaftar lewat tautan di situs resmi. Seusai pendaftaran, masing-masing dinas kesehatan akan membuat teknis vaksinasi.

Baca juga: PPKM Hingga Vaksinasi, Upaya Pemerintah Kendalikan Covid-19

RSUD Kembangan tetap menampung lansia yang sudah datang meski belum mendaftar. Mereka dibantu untuk mendaftarkan diri dan divaksin di hari yang lain.

"Mungkin banyak lansia yang belum tersosialisasi registrasi secara daring. Mereka banyak yang gaptek, jadi minta bantuan ke kita. Kemarin sudah diatasi. Yang datang kita tampung dulu secara manual, kemudian kita jadwal untuk hari berikutnya," ujar Plt Direktur RSUD Kembangan Hesti Listyaningsih saat dikonfirmasi, Selasa (23/2). 

Pihaknya memprioritaskan warga lansia yang sudah mendaftarkan diri melalui tautan resmi dari Kemenkes. Selanjutnya, fasilitas kesehatan melakukan sistematisasi terhadap daftar penerima vaksin. Hal ini penting agar dapat mengatur antrean vaksinasi, sehingga tidak menimbulkan kerumunan.

Baca juga: Presiden: Kerja Sama Lintas Negara Kunci Atasi Pandemi

"Karena dari pendaftaran tautan Kemenkes itu tidak ada sistem penjadwalan vaksinasi bagi tiap pendaftar. Kami 'breakdown' lagi, kami berikan hari, tanggal serta jamnya," jelas Hesti.

Hingga hari ini, tercatat ada 581 orang lansia yang divaksin di RSUD Kembangan. Adapun tahap vaksinasi untuk warga lansia di Jakarta resmi dimulai pada Jumat (19/2) lalu. RSUD Kembangan menargetkan 200 orang lansia yang divaksin setiap hari.

"Tapi jumlah itu bisa kurang. Karena kalau ada komorbid harus ditunda. Kami berikan obat agar penyakitnya stabil, lalu diberikan jadwal baru," imbuhnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT