23 February 2021, 02:10 WIB

Anies Dinilai Belum Mampu Wujudkan Janji Kampanye


Selamat Saragih | Megapolitan

BANJIR kembali lagi menerjang sejumlah wilayah DKI Jakarta sepanjang pekan lalu sampai (Senin, 22/2) dini hari.

Kawasan langganan banjir seperti Cipinang Melayu, Jakarta Timur, dan Kemang, Jakarta Selatan, kembali terendam banjir dengan ketinggian air antara satu sampai dua meter.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto, di Jakarta, Senin (22/2), mengatakan, banjir kali ini disebabkan curah hujan yang cukup tinggi.

"Karena BMKG juga memprediksi dan berdasarkan data dari lapangan, hari ini sampai tanggal 21 Februari 2021 hujan lebat dan ekstrem. Terbukti hujannya di atas rata-rata yakni 160 mm per hari, di atas 150," ujar Sabdo seraya menambahkan, banjir kali ini disebabkan curah hujan yang cukup tinggi.

Sementara itu, pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Yoga, mengatakan, soal penanganan banjir di Ibu Kota, pihaknya beda pendapat dengan Sabdo.

Menurut Nirwono, banjir di Jakarta kali ini merupakan banjir kiriman. Sehingga warga yang tinggal di sekitar bantaran kali harus kembali merasakan banjir tahunan.

"Banjir yang melanda Jakarta beberapa hari ini merupakan banjir kiriman di mana yang paling terdampak adalah permukiman yang berada di bantaran kali, khususnya daerah permukiman di lintasan Kali Ciliwung menjadi langganan banjir," kata Nirwono.

Dia menambahkan, kali-kali yang menjadi penyebab langganan banjir antara lain Kali Ciliwung, Pesanggrahan, Angke, Sunter, dan Kali Krukut.

Karena itu, Nirwono menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI masih belum bisa mengantisipasi secara dini masalah banjir tahunan di Jakarta.

"Karena itu, banjir kali ini menunjukkan bahwa Pemprov DKI belum mampu mengatasi dan mengantisipasi banjir tahunan," tandasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT