22 February 2021, 13:45 WIB

Pemkot Jakpus Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Banjir


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMERINTAH Kota Jakarta Pusat mewaspadai lonjakan kasus covid-19 usai bencana banjir yang melanda Ibu Kota pada Sabtu, 20 Februari lalu. Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Jakpus Irwandi mengatakan banjir terjadi di satu titik yakni di kawasan Bendungan Hilir.

Namun, banjir tersebut surut dalam waktu 1x24 jam. Ada sebanyak 170 warga yang mengungsi di dua lokasi sudah kembali ke rumahnya masing-masing sejak Minggu, 21 Februari.

"Cuma semalam sih di pengungsi menginap. Sabtu malam, Minggu pagi sudah surut dan pada kembali. Cuma kita tetap waspada kan," kata Irwandi saat dihubungi Media Indonesia, Senin (22/2).

Irwandi menegaskan protokol kesehatan diberlakukan ketat di dua lokasi pengungsian yakni di rumah dinas lurah dan gedung kesenian di samping kantor Kecamatan Tanah Abang. Seperti pengungsi ditempatkan di dua lokasi agar ada jaga jarak. Seluruh pengungsi harus memakai masker dan disediakan lokasi cuci tangan serta hand sanitizer.

Baca juga : Banjir Surut, Anies Minta Tenda Pengungsian Tetap Berdiri

"Tapi kan potensi penularan tetap ada. Namanya virus nggak kelihatan kan," tandasnya.

Ia mengatakan lonjakan kasus covid-19 pascabanjir baru akan terlihat dalam sepekan sampai dua pekan berikutnya. 

"Tapi ya kita berharap jangan sampai ya. Jangan sampai ada lonjakan kasus. Kita sudah berupaya semaksimal mungkin. Namanya 3T (testing, tracing, treatment) dan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) sudah kita upayakan betul-betul," tukasnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (20/2) lalu Jakarta dilanda banjir akibat luapan sungai-sungai serta hujan dengan intensitas ekstrem mengguyur Jakarta sejak Jumat (19/2) malam. Sebanyak 1.722 orang dilaporkan mengungsi. Namun, pada pagi ini semua genangan dinyatakan telah surut. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT