20 February 2021, 02:30 WIB

Saluran di Ibu Kota Kewalahan Tampung Curah Hujan Ekstrem


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

BANJIR merendam sejumlah wilayah di Jakarta hari ini. Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yusmada Faizal memaparkan, menurut data Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan yang mengguyur Ibu Kota pada Kamis (18/2) hingga Jumat (19/2) pagi mencapai 160 milimeter.

Hujan intensitas sangat lebat ini juga terjadi merata di seluruh Jakarta. Padahal, kemampuan sistem drainase di Jakarta dalam menampung curah hujan adalah 50-100 milimeter per hari.

Baca juga: Jakarta Sumbang 1.920 Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

"Poinnya, hujannya sangat lebat, sangat merata dengan intensitas dari lebat, sangat lebat, sampai ekstrem. Catatannya adalah 160 milimeter, Manggarai 130 milimeter per hari, Pasar Minggu 130 milimeter per hari, Sunter Hulu 107 milimeter per hari," ucap Yusmada melalui video, Jumat (19/2).

Akibatnya, banjir menggenangi beberapa wilayah di Ibu Kota selama dua hari terakhir. Curah hujan yang tinggi juga menyebabkan terjadinya genangan di timur aliran Kali Cipinang dan area Daerah Aliran Sungai (DAS) Mampang, Tebet.

Yusmada menambahkan, area yang terdampak banjir parah adalah timur dan selatan Jakarta. Mantan Kepala Dinas Bina Marga itu menegaskan kunci sukses penanganan genangan adalah tidak ada luapan dari sungai besar serta saluran penghubung. Selain itu, hujan juga telah berhenti, barulah genangan bisa surut dalam waktu 6 jam.

"Seperti hujan pada Kamis (18/1) pagi, sore sudah surut. Hujan hari ini dini hari, pagi jam 9 sudah surut. Tapi kan ada faktor lain seperti kali yang meluap," imbuhnya.

Ia menegaskan Pemprov DKI Jakarta dalam menghadapi cuaca hujan ekstrem akan menyiagakan semua armada dan alat yang dimiliki. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT