18 February 2021, 03:41 WIB

Anies: Selama Pandemi, Jakarta Mampu Atasi Kemacetan


Hilda Julaika | Megapolitan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan elama pandemi, Jakarta telah mengambil momentum untuk mengatasi berbagai masalah transportasi dan mobilitas. Hal tersebut terbukti melalui keluarnya Jakarta dari 10 besar kota paling macet di dunia menurut Indeks Lalu Lintas Tomtom tahun 2020.

Begitu juga dengan meningkatnya jumlah pengendara sepeda di Jakarta hingga 10 kali lipat berkat perubahan paradigma dari sepeda untuk sarana olahraga menjadi moda transportasi sehari-hari.

“Kami juga melihat kesempatan dalam tren baru ini untuk lebih mendorong integrasi berbagai moda transportasi umum sehingga mampu melipatgandakan jumlah penumpang angkutan umum harian dalam waktu 3 tahun. Dan membuat jalur sepeda 96 km, didukung oleh 52 tempat berbagi sepeda, dan merencanakan total jalur sepeda sepanjang 500 km,” kata Anies di acara time to Act: Sustainable Recovery, Rabu (17/2) malam.

Anies juga menjelaskan bagaimana perubahan iklim dan pandemi covid-19 memberikan dampak luar biasa bagi kehidupan masyarakat secara global. Namun, hal tersebut justru membuka kesempatan untuk berinovasi, berkolaborasi hingga membuat langkah besar untuk mengatasi permasalahan perubahan iklim dan covid-19.

Baca juga : Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun ke 15.917

“Kita berada dalam momen yang benar-benar menantang. Kota-kota di dunia sedang berada di garis depan untuk menghadapi tantangan dan juga peluang. Kita semua terpukul oleh pandemi covid-19, dan juga dampak perubahan iklim. Namun, kita juga telah menghasilkan berbagai inovasi, kolaborasi, dan langkah besar untuk mengatasi tantangan tersebut,” ungkapnya.

Anies juga menegaskan mayoritas program Pemprov DKI Jakarta merupakan hasil dari kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak, baik itu swasta, LSM, perguruan tinggi, bahkan warga perorangan yang aktif terlibat dalam pembangunan kota. Sehingga posisi mereka adalah co-creator pembangunan kota, dan Pemprov DKI Jakarta bertindak sebagai kolaborator.

“Kami telah mendeklarasikan Jakarta sebagai kota kolaborasi. Dan dari pengalaman kami, kami yakin bahwa kolaborasi yang kuat antar kota di seluruh dunia adalah jalan ke depan untuk mengatasi tantangan dunia seperti perubahan iklim dan pandemi,” tegasnya.

Lebih lanjut Gubernur Anies juga menyatakan bahwa Jakarta siap dan menyambut baik untuk berkolaborasi dengan berbagai kota di dunia dalam mencapai target emisi bersih pada tahun 2050 dan mengurangi 50 persen emisi gas rumah kaca pada tahun 2030. Terlebih Jakarta telah banyak belajar banyak dari inisiatif kota-kota di dunia seperti Tokyo, Paris, Seoul, Medellin, Pune, dan banyak lainnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT