16 February 2021, 22:50 WIB

Tolak Kandidat Wali Kota Jaksel, Ketua DPRD: Kurang Layak


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

KETUA DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyatakan menolak kedua kandidat Wali Kota Jakarta Selatan yang disodorkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yakni Wakil Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko dan Pelaksana Tugas Wali Kota Jaksel Isnawa Adji.

Yani Wahyu ditolak karena sebelumnya pernah memiliki kasus semasa menjabat sebagai camat. Yani diketahui pernah menodongkan senjata Air Softgun kepada warga saat menjadi Camat Penjaringan di era Mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

"Jakarta Selatan nama dimasukkan pertama namanya Yani. Saya tolak karena ada beberapa permasalahan," kata Prasetio, Selasa (16/2).

Pasetio menjelaskan, alasannya menolak Yani. Menurut pimpinan DPRD dari Fraksi PDIP itu, Yani pernah bersikap arogan saat mengemban jabatan camat. Ia khawatir Yani justru memperkeruh suasana Jakarta Selatan yang teduh dari segi kerukunan masyarakat.

"Pak Yani kan ada beberapa alasan. Dulu kan pernah jadi camat aroganlah. Takutnya, kan Jaksel daerah hijau, daerah guyub, ntar tiba-tiba gimana, jadi masalah baru. Saya nggak mau," jelasnya.

Baca juga: Wagub DKI: Tanpa Gotong Royong Sulit Redam Penularan Covid-19

Kemudian untuk nama kedua yang diajukan yakni Isnawa Adji, Prasetio ragu akan kinerja dalam mengatasi banjir di wilayahnya. Jawaban yang diberikan Mantan Kepala Dinas Kebersihan itu dalam mengatasi banjir dinilai tidak solutif.

"Kedua namanya Isnawa Adji. Jawabannya tadi (menolak). Wakilnya naik ke atas tapi kok tiba-tiba ada banjir saat hujan deras dia ngomong bicara yang tidak layak sebagai pamong. Harusnya dia kan cari solusi, 'oh nanti kita buat perencanaan anggaran kali-kali Pesanggrahan'. Atau 'kita beresin dan mengimbau ke masyarakat supaya jangan membuang sampah sembarangan'," ungkapnya.

Namun jawaban yang diberikan Isnawa disebut Prasetio tidak memuaskan. Padahal Isnawa adalah Mantan Kepala Dinas Kebersihan (sekarang Dinas Lingkungan Hidup) yang memiliki kaitan erat dengan lingkungan dan kewilayahan.

"Harusnya bekas LH kan paham banjir tapi jawabannya, adalah kata-kata seperti itu, 'nanti juga pulang lagi kalau surut', kan nggak bener itu. Belum kita tes aja sudah menganulir dia menjadi walkot. Itu aja pertimbangan saya," tegasnya.

Karena itu, Prasetio merekomendasikan Anies untuk mengajukan nama baru untuk menduduki kursi Wali Kota Jakarta Selatan. Sebab, nama yang sudah ditolak tidak bisa diajukan lagi.

"Kalau sudah ditolak sudah tidak bisa lagi diajukan," jelas Prasetio.

Diketahui, jabatan Wali Kota Jakarta Selatan sebelumnya diemban oleh Marullah Matali. Marullah kini telah menjabat Sekda DKI Jakarta setelah dilantik Anies pada 18 Januari 2021 menggantikan almarhum Saefullah yang wafat karena covid-19. (OL-4)

BERITA TERKAIT