03 February 2021, 09:03 WIB

Depok Siapkan Rp67 M untuk Perbaikan Drainase Kota


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

PEMERINTAH Kota Depok menyiapkan Rp67 miliar untuk pekerjaan saluran drainase kota.

Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Depok Bachtiar Ardiansyah mengungkapkan 160 titik lokasi saluran drainase kota tahun 2021 diperbaiki agar daerah ini terhindar dari genangan banjir saat hujan deras. Dana yang dialokasikan untuk pembiayaan perbaikan sekitar Rp67 miliar.

"Sudah siap dana APBD Rp67 miliar," kata Bachtiar, Rabu (3/2).

Di Kota Depok, 160 saluran drainase yang akan diperbaiki berada di 63 kelurahan dan 11 kecamatan.

"Pada awalnya, kami merencanakan pekerjaan saluran drainase di 63 kelurahan dan 11 kecamatan agar tidak dikeluhkan masyarakat karena kebanjiran saat hujan deras. Namun karena APBD terbatas untuk memperbaiki saluran drainase di Kota Depok, maka pekerjaan terpaksa dilakukan bertahap," ujar Bachtiar.

Baca juga: Jaktim Butuh 30 Drainase Vertikal agar Bebas Genangan di Jalan

Perbaikan saluran drainase di Kota Depok ditujukan untuk mengurangi potensi genangan yang kerap terjadi saat hujan lebat.

"Banyaknya jumlah saluran drainase di Kota Depok membutuhkan pembiayaan yang besar. Apalagi, pertumbuhan permukiman cukup banyak dan seluruhnya dialirkan ke saluran drainase," ungkapnya.

Selain perbaikan saluran drainase, pihaknya juga akan membenahi turap-turap di Kota Depok salah satunya turap Kali Laya, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.

"Tahun 2020, turap Kali Laya sudah kita perbaiki. Tapi baru sebagian. Tahun ini dilanjutkan lagi agar aliran air dapat terbebas dari banjir, kondisi Kali Laya juga agar semakin tertata," ucapnya.

Perlunya Kali Laya diturap karena di hilir kawasan ini berdiri banyak perumahan. Perumahan tersebut antara lain Bukit Cengkeh I dan II, Taman Duta, Pondok Duta, dan Pelni.

Beberapa tahun silam, banjir melanda sejumlah jalan dan permukiman di hilir Kali Laya akibat hujan deras dan menjebol turap Kali Laya.

"Jika tidak diperbaiki, dikhawatirkan akan terus berulang dan mengganggu perekonomian masyarakat, " pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT