26 January 2021, 22:35 WIB

Lusa, Kota Bogor Lakukan Vaksinasi Covid Tahap II


Dede Susianti | Megapolitan

PEMERINTAH Kota Bogor bersiap melaksanakan vaksinasi virus korona (covid-19) tahap kedua. Sebanyak 9.160 vial atau dosis vaksin Sinovac diterima pihak Dinas Kesehatan Kota Bogor, pada Selasa (26/1) petang.

Vaksin Sinovac tahap kedua sebanyak 5 box dengan jumlah 9.160 dosis. Dari jumlah itu sebanyak 10 dosis khusus untuk pejabat publik VVIP.

Sama hal dengan vaksin tahap pertama pada pertengahan Januari lalu, vaksin tahap ke dua ini juga sasarannya untuk tenaga kesehatan dan non kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kota Bogor.

"Vaksin Covid-19 ini untuk penyuntikan tahap kedua dengan sasaran yang dua minggu lalu disuntik. Insya Allah, lusa, hari Kamis (28/1) kami akan lakukan penyuntikan kedua," ungkap Sekretaris Dinkes Kota Bogor, Erna Nuraena, Selasa (26/1).

Sesuai ketentuan, lanjutnya, vaksin Sinovac ini harus diberikan sebanyak 2 kali, masing-masing 0,5 cc dengan jarak 14 hari.

Dia menjelaskan, penyuntikan pertama dilakukan untuk merangsang pembentukan antibodi. Kemudian penyuntikan kedua untuk mengakselerasi terbentuknya antibodi sampai di titik tertentu yang cukup optimal untuk bisa melindungi seseorang yang divaksin dari gejala yang berat.

Pihaknya juga mengingatkan bahwa orang-orang yang divaksin, bukan berarti tidak mungkin tertular atau tidak mungkin tidak menularkan karena vaksin tidak mencegah orang tertular. "Jadi orang yang sudah divaksin tetap harus melakukan 5 M,” tegasnya.

Selain itu lanjutnya, orang yang sudah divaksin masih bisa tertular dan masih bisa menularkan ke orang lain. Tetapi, ketika tertular diharapkan gejalanya tidak berat, karena sudah punya kekebalan tubuh untuk melawan virus.

Dia juga menjelaskan, orang yang belum divaksinasi mungkin pada saat terinfeksi virus-virus perlu waktu. Bahkan ada yang sampai seminggu antibodinya terbentuk, sehingga infeksinya menjadi berat. Lain halnya kalau yang sudah divaksin, dimana dalam 24 jam dia sudah terbentuk antibodi bisa langsung melawan virus.

Sementara itu, untuk efek samping atau efek lanjutan sesudah divaksinasi biasanya ringan. Sebagian besar merasakan nyeri pada tempat penyuntikan dan beberapa ada yang demam.

Namun menurutnya, sebetulnya demam itu tanda yang baik tubuh optimal membentuk antibodi pada suhu yang lebih tinggi dari suhu normal.

“Jadi kalau orang demam itu artinya memang antibodinya sedang terbentuk, kemudian ada lagi efek sampingnya ngantuk. Tapi sejauh ini tidak ada efek samping yang berat yang menyebabkan sasaran yang dilakukan vaksinasi sampai memerlukan tindakan yang khusus,” pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Penerima Vaksinasi yang Positif Dipastikan bukan dari Virus Vaksin

BERITA TERKAIT