25 January 2021, 20:04 WIB

Pemprov DKI Siapkan Lahan Baru untuk Jenazah Pasien Covid-19


Selamat Saragih | Megapolitan

KEPALA Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, mengatakan, pihaknya telah membeli sejumlah lahan di Ibu Kota untuk dijadikan tempat pemakaman umum (TPU) dalam rangka mengantisipasi krisis lahan khusus untuk jenazah Covid-19. Total luas lahan tersebut adalah 3,3 hektare atau 33.000 meter persegi.

"Luas lahan sekitar 3,3 hektare," ujar Suzi, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (25/1).

 

Lahan yang dibeli Pemprov DKI tersebut terletak di lima lokasi yakni Srengseng Sawah, Dukuh, Semper, Joglo, dan Bambu Wulung. Karena satu petak makam membutuhkan luas lahan 3,75 meter persegi, maka jumlah petak makam di 5 lokasi tersebut diperkirakan sebanyak 8.000 hingga 8.800.

 

"Sekarang kan kondisinya memang belum ditata, jadi sedikit lagi kita akan tata, kita akan rumputkan," ujar Suzi.

 

Dia menambahkan, kelima lahan TPU tersebut dibeli menggunakan APBD Perubahan Tahun 2020. Total anggaran yang disiapkan pada Tahun 2020 untuk pembelian lahan TPU sebesar Rp185 miliar.

"Yang dibeli lima itu dengan anggaran totalnya Rp185 miliar. Enggak semua Rp185 miliar, kan ada penawarannya," ujar dia.

Suzi mengakui bahwa TPU Tegal Alur dan TPU Pondok Rangon yang selama ini dijadikan TPU khusus untuk pemakaman jenazah dengan protap Covid-19 sudah penuh. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta telah membuka lahan baru untuk kuburan Covid-19 di TPU Rorotan dan secara perlahan membuka di lahan-lahan yang sudah dibeli.

 

"TPU Tegal Alur dan TPU Pondok Rangon penuh maka kita membuka lahan baru, seperti TPU Rorotan kemudian TPU Srengseng Sawah yang kita baru beli. Kemudian TPU Bambu Wulung dan TPU Dukuh. Nah, itu juga bukan untuk mengakomodir yang Covid-19 saja, tetapi juga harus mengakomodir jenazah yang non Covid-19," jelas Suzi.

Suzi mengatakan, pihaknya melakukan pemakaman jenazah dengan protap Covid-19 dalam sehari kurang lebih 100 jenazah. Sementara jenazah non Covid-19 yang dimakamkan dalam sehari di Jakarta kurang lebih 90 jenazah.

"Jadi ada 190 orang yang harus kita makamkan dalam sehari. Makanya jaga kesehatan, masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan supaya jangan terjadi kematian tiap hari," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT