22 January 2021, 14:42 WIB

Pengamat Kritik Kebijakan PPKM DKI Tidak Tegas


Hilda Julaika | Megapolitan

PENGAMAT kebijakan publik Roy Valiant Salomo mengkritik kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Terlebih ada rencana PPKM ini diperpanjang namun dengan pelonggaran jam operasional.

Khususnya dalam konteks Jakarta yang kasus penularannya masih tinggi dengan positivity rate mencapai 16,9% dalam sepekan terakhir. Padahal angka aman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah tak lebih dari 5%.

Roy menilai penerapan kebijakan penanggulangan covid-19 yang tidak tegas akan berdampak pada kinerja yang pasti tidak bagus.

“Saya pikir selama kita tidak tegas dalam menerapkan kebijakan pencegahan atau penanggulangan masalah covid-19 selama itu juga kinerja kebijakannya pasti tidak bagus. Belum lagi soal kesadaran masyarakat masih bermasalah,” kata Roy kepada Media Indonesia, Jumat (22/1).

Baca juga: Pengamat : Pemolisian Masyarakat Segagasan dengan Ronda Keliling

Adanya pelonggaran, sambungnya, kemungkinan untuk merespons kondisi ekonomi yang semakin memburuk. Namun, pemerintah harus punya instrument yang kuat dalam melakukan pengawasan dan penanganan hukum.

“Nah ini yang saya khawatir merupakan hal yang kurang dari Pemerintah. Jika penegakan hukumnya sudah bagus maka kompromi seperti melonggarkan waktu jam buka restoran atau mall masih dapat ditolerir,” kritiknya.

Seperti yang diketahui, pemerintah pusat melalui Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan perpanjangan PPKM sampai 8 Februari 2021. Namun, untuk jam operasional tempat usaha seperti mal, restoran, perkantoran mengalami pelonggaran jadi sampai pukul 20.00 dari sebelumnya harus ditutup pada puku; 19.00. (OL-4)

BERITA TERKAIT