21 January 2021, 14:25 WIB

Operasi SAR SJ-182, Penyelam Terkendala Arus Kencang


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

DIREKTUR Operasi Basarnas Brigjen Rasman mengatakan cuaca buruk membuat tim penyelam kesulitan mencari korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu.

"Kan hujan. Cuaca nyatanya begitu. Faktor cuaca, bahaya kalau menyelam dalam kondisi begini," terang Rasman, di JICT II, Kamis (21/1).

Sementara itu, perwakilan Tim Penyelam Letnan Kolonel Laut Faruq Deddy, mengatakan timnya tak bisa berbuat banyak Selain ombak tinggi dan kecang, jarak pandang penyelam juga terbatas baik di atas atau di bawah air.

Baca juga: Kelanjutan Identifikasi Korban Sriwijaya Air Tunggu Basarnas

"Jadi visibility penyelam terbatas di atas mau pun di bawah air. Sekutar 10-20 cm," papar Faruq, Kamis (21/1).

Faruq menyebut memang gelombang laut beberapa hari ke belakang tak bersahabat. Bahkan, gelombang hingga mencapai sampai 2 meter di atas permukaan.

Sama halnya dengan arus bawah air, penyelam terhambat lantaran arusnya cukup kencang.

"Sehingga penyelam menunggu waktu yang pas untuk mereka kembali menyelam. Makanya tidak signifikan pengambilan materialnya," pungkasnya.

Faruq juga menjelaskan kondisi penyelam sejauh ini dalam keadaan sehat dan tidak ada yang mengalami kendala. "Alhamdulillah aman. Tidak ada yang mengalami kendala," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT