14 January 2021, 11:28 WIB

DPRD Kritik Tracing Covid-19 Jakarta yang Masih Sangat Rendah


Hilda Julaika | Megapolitan

ANGGOTA DPRD DKI Gilbert Simanjuntak mengkritisi tracing (penelusuran) orang yang terpapar covid-19 di Jakarta yang masih rendah. Menurutnya, hal ini membuat testing (pengetesan) yang tinggi menjadi tidak berarti.

"Rendahnya tracing ini hanya membuat tes menjadi tidak berarti. Sementara Gubernur selalu mengatakan tes di DKI melebihi standar WHO, padahal seharusnya tracing yang penting sebagai tindak lanjut tes," kata Gilbert kepada Media Indonesia, Kamis (14/1).

Lebih lanjut dijelaskan, kemampuan tracing covid-19 Jakarta masih di kisaran 1:3. Angka ini berdasarkan update yang diinformasikan ke publik, Mei 2020.

Baca juga: DPRD DKI Keluhkan PPKM yang Masih Longgar

Sementara itu, keberhasilan Korea Selatan (Korsel) dan Taiwan menggunakan 3T sebagai cara mengatasi pandemi adalah karena mereka mampu menelusuri kontak kasus yang positip. Sesuai laporan negara yang berhasil, penelusuran (tracing) mereka adalah 1:33.

"Tesnya positip seharusnya ditelusuri sudah kontak ke siapa saja. Sesuai laporan negara yang berhasil, penelusuran (tracing) mereka adalah 1:33, sedangkan di DKI hanya laporan Mei 2020 yang ada sebesar 1:3," kritiknya.

Sehingga, ia menilai 3T, selama ini, belum berkontribusi efektif terhadap penurunan kasus.

"Ini harus menjadi perhatian serius, karena kondisi daya tampung RS, pemakaman, dan pendukung lainnya sudah terlalu berat. Ini akan menjadi kondisi tidak terkendali bila semakin naik, sementara hasil vaksinasi juga belum tahu dan belum segera terlihat," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT