14 January 2021, 09:45 WIB

KNKT Akan Ungkap Penyebab Jatuhnya SJ-182, 8 Februari


Candra Yuri Nuralam | Megapolitan

KOMITE Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera membeberkan penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu. Laporan awal penyebab jatuhnya pesawat itu akan rampung dalam sebulan.

"Kami akan menghadirkan laporan awal investigasi dalam waktu 30 hari (sejak jatuhnya pesawat)," kata Ketua Sub Komite IK Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo berdasarkan keterangan tertulis, Rabu (13/1).

Pesawat Sriwijaya Air Sj-182 jatuh pada Sabtu (9/1). Hitungan 30 hari setelah pesawat itu jatuh adalah pada 8 Februari 2020.

KNKT wajib membeberkan penyebab awal jatuhnya pesawat di tanggal itu sesuai dengan aturan internasional. Masyarakat diminta bersabar.

Baca juga: KNKT Bantah Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh dengan Kecepatan 50 Knot

"Dalam 30 hari itu, mungkin belum termasuk analisa KNKT, karena butuh waktu mengungkap penyebabnya seperti apa, masalahnya di mana, atau pemeliharaannya bagaimana, semua pasti akan diungkapkan," ujar Nurcahyo.

Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB.

Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.

Posisi terakhir pesawat itu berada di 11 mil laut utara Bandara Soekarno-Hatta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat yang dipastikan jatuh itu mengangkut 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru. (OL-1)

BERITA TERKAIT