14 January 2021, 08:36 WIB

KNKT Bantah Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh dengan Kecepatan 50 Knot


Candra Yuri Nuralam | Megapolitan

KOMITE Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membantah pesawat Sriwijaya Air SJ-182 bergerak dengan kecepatan 50 knot dalam dalam satu detik saat jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Menurutnya, hal itu mustahil.

"Bahkan mobil balap saja tidak secepat itu," kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam keterangan tertulis, Rabu (13/1).

Dalam satuan kecepatan, 1 knot sama dengan 1.852 kilometer per jam. Dengan kata lain, 50 knot sama dengan 92.600 kilometer per jam.

Baca juga: Ahli Waris & Keluarga Korban SJ182 Harus Dapat Perlindungan Hukum

Soerjanto mengatakan kabar itu beredar di media sosial. Banyak orang yang sok-sokan menganalisis kecepatan jatuhnya kapal namun tidak masuk dalam logika.

Soerjanto meminta masyarakat berhenti berspekulasi. Dia juga meminta masyarakat bersabar menunggu kesimpulan KNKT dalam mengusut penyebab jatuhnya pesawat itu.

"Data-data yang beredar (luas di medsos) harus divalidasi, harus dicek sumber dan kebenarannya. Data yang beredar belumlah divalidasi. KNKT hanya akan memberikan pernyataan berdasarkan hasil pemeriksaan black box," ucap Soerjanto.

Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB.

Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.

Posisi terakhir pesawat itu berada di 11 mil laut utara Bandara Soekarno-Hatta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat yang dipastikan jatuh itu mengangkut 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru. (OL-1)

BERITA TERKAIT