13 January 2021, 15:23 WIB

Jenazah Pramugara Sriwijaya Air Okky Bisma Dimakamkan Besok


Rahmatul Fajri | Megapolitan

JENAZAH korban tragedi jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182, Okky Bisma, akan dimakamkan di kawasan Balekambang, Condet, Jakarta Timur, Kamis (13/1). Ayah Okky, Supeno Hendri Kiswanto, mengatakan pihaknya akan mengambil jenazah di RS Polri Kramat Jati besok dan akan langsung dimakamkan.

"Hari ini konfirmasi untuk pengambilan jenazah besok hari pukul 10.00 WIB dan langsung dimakamkan," kata Supeno ketika ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (13/1).

Sebelumnya ia berencana mengambil jenazah Okky yang merupakan pramugara pesawat itu pada Senin (11/1). Namun, ia mengaku menunggu dua hari lagi sambil melihat ada tidaknya potongan tubuh lain yang ditemukan.

"Ini sudah dua hari. Mudah-mudahan jasad anak saya utuh," kata Supeno.

Ia berharap penyebab kejadian nahas ini bisa diketahui dan menjadi pembelajaran sehingga tak terjadi lagi masa yang akan datang. "Bisa terkuak bisa jelas penyebabnya kemudian ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini. Itu harapan saya," kata Supeno.

Sebelumnya, jenazah Okky Bisma teridentifikasi pada Senin (11/1). Kepala Pusat Inafis Polri Brigjen Hudi Suryanto menambahkan pihaknya mendapatkan kecocokan antara sidik jari dari temuan tangan kanan di kantong jenazah dengan label PMJSJ006 itu dengan data KTP-El Okky yang terekam di Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil.

"Kami menemukan 12 titik kesamaan (sidik jari) dan ini cukup memastikan ini orang yang sama," kata Hudi. Selain Okky, per Rabu (13/1) pukul 09:00 WIB, tiga korban lain telah teridentifikasi, yakni Khasanah, Fadly Satrianto, dan Asyhabul Yamin.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak telah hilang kontak pada Sabtu (9/1). Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40.

Kronologis hilangnya kontak, pesawat SJ 182 8735 PK CLC Soetta-Pontianak take off pada pukul 14.36. Pukul 14.37 pesawat terpantau pada ketinggian 1.700 kaki dari Jakarta. Diizinkan naik ke ketinggian 29 ribu kaki, dengan mengikuti standar instrument departure.

Pada pukul 14.40, Jakarta Route melihat pesawat Sriwijaya Air tersebut tidak pas mengikuti arah koordinat 075 derajat, melainkan ke barat laut (north west). Air Traffic Controller (ATC) langsung melaporkan arah pesawat, tapi dalam hitungan detik pesawat itu hilang dari radar.

Pesawat diduga jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang. Total manifest tercatat 50 penumpang, terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi, serta 12 kru pesawat. (OL-14)

BERITA TERKAIT