13 January 2021, 15:11 WIB

Pencarian CVR Sriwijaya Air Gunakan Peralatan Kapal Canggih


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

BADAN Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengungkapkan, dalam pencarian kotak hitam jenis Cockpit Voice Recorder (CVR) Sriwinaya Air SJ 182 menggunakan kapal Baruna Jaya IV milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Kapal tersebut dikatakan memiliki berbagai peralatan bawah laut yang canggih. Salah satunya, Ultra Short Base Line (USBL) transponder yang mampu mendeteksi sinyal black box hingga radius 5000 meter.

"Semoga, dengan tambahan kekuatan kapal dari BPPT ini dapat mempercepat proses pemuan obyek pencarian, baik black box, material pesawat, dan body remains korban," kata Kabasarnas Marsdya TNI Bagus Puruhito dalam keterangannya, Rabu (13/1).

Baca juga : Hari Kelima Evakuasi Sriwijaya Air, 3.300 Personel Dikerahkan

Basarnas menyatakan, kondisi CVR yang sedang dicari tersebut diperkirakan sudah tidak utuh lagi, sama halnya dengan kondisi Data Flight Recorder (FDR) dan kondisi Underwater Acoustic Beacon (UAB) yang berhasil ditemukan dalam sudah rusak berat, pada Selasa (12/1).

Bagus mengatakan, sesuai rencana operasi, kapal Baruna Jaya IV beroperasi di sektor tak jauh dari penemuan FDR.

Namun, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut cuaca sedang buruk, pencarian dihentikan sementara oleh tim SAR gabungan pada siang ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak dan jatuh di Perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (09/1) sore sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta mengangkut 62 penumpang termasuk kru pesawat. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT