13 January 2021, 11:00 WIB

Arneta dan Tiga Anaknya Seharusnya tidak Naik SJ-182


Kautsar Bobi | Megapolitan

ARNETA Fauzia, 39, bersama tiga anaknya, Zurisya Zuar Zai, 8, Umbu Kristin Zai, 2, dan Faou Nontius Zai, 6 bulan, seharusnya tidak menjadi korban insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Arneta seharusnya bertolak dari Jakarta ke Pontianak menggunakan pesawat maskapai Nam Air.

Suami Arneta, Yaman Zai, memastikan tiket virtual dengan logo maskapai Nam Air yang ia simpan di gawainya berisikan daftar nama istrinya dan tiga anaknya. Arneta sempat memberikan kabar bahwa jadwal keberangkatannya tertunda.

Seharusnya, Arneta berangkat pukul 07.00 WIB. Lalu, penerbanganya dialihkan ke maskapai Sriwjaya Air. Ia enggan menanyakan perihal perpindahan itu dan memilih berdoa untuk keselamatan istri dan anak-anaknya.

Baca juga: Menhub Minta Pencairan Kompensasi untuk Keluarga SJ-182 Dikebut

Zai kemudian kembali mendapatkan kabar dari istrinya bahwa ia sudah berada di dalam pesawat dan hendak lepas landas pada pukul 13.25 WIB. Ia mempekirakan jarak tempuh Jakarta-Pontianak selama kurang lebih satu jam.

"Saya tunggu (di Bandara Supadio Pontianak). Saya pikir sudah satu jaman lebih, saya telepon tidak nyambung hpnya. Saya tunggu-tunggu lagi sampe dua jam, saya sudah gelisah," ujar Zai di Rumah Sakit (RS) Polri, Selasa (12/1).

Ia pun beranjak dari kursi ruang tunggu untuk mencari kepastiam waktu jadwal keberangkatan pesawat dari Jakarta. Tertera di papan informasi digital pesawat yang membawa istri dan buah hatinya sudah lepas landas sejak pukul 13.25 WIB.

"Tapi pihak di sana itu, di Bandara Supadio, bilang belum dapat informasi juga dari Jakarta jadi mohon ditunggu saja," tuturnya.

Ia terpaksa bersabar dengan perasaan yang gundah gulana. Pada pukul 18.00 WIB, ia mendapat informasi dari sesama keluarga penumpang bahwa terjadi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

"Dari pihak maskapai juga belum beri kepastian hanya sampai malam sekitar jam 20.00 WIB atau jam 19.00 WIB baru dikumpulin di gedung serba guna depan bandara bahwa pesawat Sriwijata itu terjadi kecelakaan," tuturnya.

Zai tidak kuat menahan rasa duka yang mendalam akan kehilangan sang istri dan tiga buah hatinya. Raut kesedihan pun masih terlihat saat ia menceritakan dukannya kepada media.

Kedua matanya tampak berkaca-kaca dengan warna kemerahan. Seakan ia harus tegar untuk menghadapi musibah ini.

Kini, ia pasrah menunggu hasil Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk mengidentifikasi istri dan anak-anaknya. Sejumlah dokumen antemortem telah ia serahkan untuk membantu proses identifikasi. (OL-1)

BERITA TERKAIT