13 January 2021, 06:48 WIB

Menhub Minta Pencairan Kompensasi untuk Keluarga SJ-182 Dikebut


Candra Yuri Nuralam | Megapolitan

PEMERINTAH meminta pencairan dana kompensasi untuk keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dikebut. Uang itu diminta langsung diberikan setelah identifikasi korban rampung.

"Saya meminta kepada PT Jasa Raharja mempercepat pemenuhan hak keluarga korban," tulis Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam Instagram @budikaryas, Rabu (13/1).

Pencairan dana diminta tidak dipersulit. Pemerintah tidak ingin masalah keluarga korban bertambah.

"Semoga apa yang telah kita lakukan bersama ini dapat membantu meringankan beban keluarga korban," ujar Budi.

Baca juga: Korban SJ 182 Teridentifikasi, Jasa Raharja Siapkan Santunan

Budi juga meminta seluruh stakeholder terkait membantu para keluarga korban dalam proses identifikasi di Rumah Sakit Polri. Terutama, kata Budi, maskapai penerbangan Sriwijaya Air.

"Saya meminta kepada pihak Sriwijaya Air untuk terus mendukung sepenuhnya proses identifikasi yang dilakukan Rumah Sakit Polri," tutur Budi.

Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB.

Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.

Posisi terakhir pesawat itu berada di 11 mil laut utara Bandara Soekarno-Hatta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki.

Pesawat yang dipastikan jatuh itu mengangkut 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru. (OL-1)

BERITA TERKAIT