12 January 2021, 22:24 WIB

Kasus Covid-19 Melonjak, Keterisian RS Rujukan di DKI Lebih 80%


Ferdian Ananda Majni | Megapolitan

JURU Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap penularan virus Covid-19. Apalagi ketersediaan tempat tidur rumah sakit di DKI Jakarta sudah menipis. Data saat ini menunjukkan keterisian RS rujukan di Ibu Kota sudah lebih dari 80%. 

"DKI sebentar lagi akan penuh. Apabila tempat tidur di fasilitas kesehatan terpakai 100% maka pasien covid-19 tidak akan bisa ditangani," kata Wiku saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/1).

Dia menjelaslan, jumlah kasus positif dalam pekan ini semakin melonjak bahkan mencapai lebih dari 10 ribu kasus sehingga harus menjadi perhatian seluruh pihak.

“Saat ini kasus positif Covid-19 per harinya mengalami peningkatan sebanyak 9 ribu-10 ribu kasus. Hal ini harus diwaspadai oleh pemerintah daerah serta masyarakat,” sebutnya.

Oleh karena itu, semakin tinggi peningkatan kasus positif tentunya akan berdampak pada keterisian tempat tidur di fasilitas kesehatan. Apalagi setidaknya 30% kasus aktif membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Baca juga : Pengetatan PSBB Jakarta Bikin Harga Cabai Melonjak

"Apabila terus meningkat, maka beban tenaga kesehatan akan semakin besar dan potensi penularan Covid-19 pada tenaga kesehatan juga akan semakin meningkat,” lanjutnya.

Satgas Covid-19 meminta agar masyarakat patuh dalam penerapan protokol kesehatan 3 M. Sehingga tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanggulangan pandemi dapat terlindungi.

Berikut 10 besar provinsi yang memiliki tingkat keterisian tempat tidur ruang isolasi dan ICU lebih dari 60%. Tingkat keterisian tempat tidur di DKI Jakarta yang tertinggi yakni mencapai 82%, Banten mencapai 81%, DIY sebesar 78%, Jawa Barat sebesar 75%, dan Jawa Timur sebesar 71%.

Sedangkan tingkat keterisian kamar di Sulawesi Selatan mencapai 71%, Jawa Tengah sebesar 71%, Sulawesi Tengah sebesar 65%, Kalimantan Timur sebesar 64%, dan Lampung sebesar 63%. (OL-7)

BERITA TERKAIT