12 January 2021, 20:30 WIB

Pengetatan PSBB Jakarta Bikin Harga Cabai Melonjak


Hilda Julaika | Megapolitan

DINAS Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta mencatat adanya kenaikan harga cabai rawit merah di Jakarta saat PSBB diperketat.

Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala DKPKP Suharini Eliawati, meski begitu ketersediaan pangan secara umum masih aman termasuk untuk komoditas cabai merah rawit.

“Pantauan kami terhadap pangan secara umum tersedia dan aman. Namun beberapa komoditas mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan yaitu, cabai rawit merah (CRM),” kata Suharini saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (12/1).

Suharini menjelaskan kenaikan harga cabai rawit merah ini terjadi lantaran daerah produsen memang mengalami kenaikan harga. Hal ini akibat stok yang tersedia mengalami penurunan imbas cuaca dan sebagian daerah sentra CRM yang sudah selesai panen.

Namun di akhir Januari 2021 harga cabai bisa diprediksi turun karena sudah banyak daerah yang mulai panen.

“Namun cabai rawit merah tetap tersedia merata di semua pasar baik pasar tradisional maupun pasar swalayan,” imbuhnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Perumda Pasar Jaya melakukan operasi pasar (OP) cabai. Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian melakukan Gelar Pangan Murah (GPM) terhadap 9 pangan strategis di antaranya, beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabai, gula pasir, dan minyak goring.

GPM ini dilakukan pada tanggal 12 - 25 Januari 2021 di 35 lokasi pasar serta 2 TTIC Klender dan Pasar Minggu

“Pelaksanaan GPM di lokasi pasar di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya di setiap pasar dilakukan selama 2 hari,” pungkasnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT