12 January 2021, 18:29 WIB

Kini Tinggal Mencari Perekam Suara Kokpit Pesawat SJ 182


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

TIM penyelam Dinas Penyelamatan Bawah Air atau Dislambair TNI AL menemukan kotak hitam atau black box Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, pada Sabtu (9/1). Tim penyelam berhasil mengangkat black box dan sempat dinaikkan ke KRI Rigel. Kini penyelam tengah mencari cockpit voice recorder atau perekam suara kokpit.

Namun, kotak hitam tersebut tidak dinaikkan dan langsung dibawa ke JICT II menggunakan sea rider. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menuturkan keberadaan black box bagian flight data recorder (FDR) atau perekam data penerbangan ditemukan pada pukul 16.40 WIB.

Hadi menjelaskan rentetan penemuan black box dimulai pada pukul 14.00 WIB, di perairan Kepulauan Seribu, Selasa (12/1). Menurut Hadi, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan informasi bahwa sesuai dengan perkiraan yang ditentukan telah ditemukan bagian dari flight data recorder (FDR).

"Kepala staf menyampaikan bahwa bagian yang ditemukan justru pecahan dan underwater locator beacon yang fungsinya yaitu sinyal," tutur Hadi di JICT, Selasa (12/1).

Kemudian pada pukul 16.40 WIB Yudo kembali melaporkan bahwa flight data recorder sudah ditemukan dan dilaporkan pula bahwa underwater locator beacon sebanyak dua unit. Artinya, cockpit voice recorder (CVR) atau perekam suara kokpit masih perlu dicari tanpa bantuan beacon.

Hadi pun menegaskan bahwa pihaknya akan terus mencari CVR yang kemungkinan besar masih di wilayah yang menjadi perkiraan sebelumnya. "Kami meyakini bahwa karena beacon yang ada di cockpit voice juga ditemukan di sekitar situ, dengan keyakinan yang tinggi, cockpit voice juga akan segera ditemukan,” ucapnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT