12 January 2021, 17:13 WIB

Menhub Minta Jasa Raharja Percepat Pemberian Santunan Korban


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MENTERI Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta kepada Jasa Raharja untuk mempercepat pemberian santunan kepada keluarga korban kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Hal itu disampaikannya saat berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur (12/1).

"Saya sampaikan duka atas peristiwa ini. Jasa Raharja saya minta proses pemberian asuransinya cepat," kata Budi.

Selain santunan, Menhub juga meminta pihak Sriwijaya untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan keluarga korban selama proses pencarian pesawat yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Sabtu sore (9/1) lalu.

"Saya juga mengajak Sriwijaya dan Jasa Raharja untuk beri dukungan sepenuhnya tanpa diminta, yang diperlukan di RS Polri, segera di-support," ungkap Budi.

Baca juga: Dibekali Cukup Ilmu, Keluarga Kopilot SJ 182 Yakin Diego Selamat

RS Polri, sebut Menhub, sudah melakukan proses identifikasi jenazah korban secara sistematis, dengan mengumpulkam 59 sampel DNA dari korban Sriwijaya Air. Tersisa tiga sampel DNA yang perlu diidentifikasi.

"Informasi dari Sriwijaya Air akan dikirimkan hari ini, Insya Allah akan lengkap menjadi 62 (identitas)," pungkas Budi.

Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Rahardjo Slamet memastikan korban kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta pada (9/1), mendapatkan biaya santunan melalui ahli waris sebesar Rp50 juta.

Pemberian santunan untuk keluarga korban kecelakaan tersebut berdasarkan Peraturan Kementerian Keuangan No. 15/PMK.010/2017.

"Kami sudah memberikan santunan kepada ahli waris korban yang sudah teridentifikasi oleh RS Polri. Kami standby apabila ada pengumuman DVI Polri, maka kami akan cepat langsung beri santunan," tandas Budi. (OL-4)

BERITA TERKAIT