12 January 2021, 15:19 WIB

Imbas PSBB Ketat, Pendapatan Ojol di Jakarta Anjlok 50%


Hilda Julaika | Megapolitan

Ketua Presidium GARDA, Igun Wicaksono mengatakan pendapatan pengemudi ojek online (ojol) anjlok 50% seiring dengan turunnya penumpang di masa pengetatan PSBB ini. Adapun penurunan ini dibandingkan dengan masa PSBB Transisi. Sehingga membuat pendapatan pengemudi ojol semakin menipis.

"Pelayanan penumpang dampaknya lumayan anjlok, ya. Ada penurunan 50% dari PSBB Transisi. Saat masa transisi kan sempat naik karena aktivitas pekerja formal mulai berjalan. Namun, sekarang di PSBB Ketat ini ada penurunan karena sebagian besar masyarakat WFH kembali," kata Igun kepada Media Indonesia, Selasa (12/1).

Penurunan ini digambarkan oleh Igun, seperti biasanya jadi yang biasanya layanan penumpang selama 12 jam kerja itu sekitar 10 orang di masa PSBB Transisi. Saat ini karena pengetatan PSBB, ya tinggal 3-5 orang.

Sehingga strategi yang akan optimalkan ojol adalah pesan layanan antar makanan dan barang. Sehingga pengemudi ojek online ini banyak berkonsentrasi di sekitaran food court, mal, restoran, dan pusat perbelanjaan yang masih bisa aktif sampai pukul 19.00 WIB. ''Sehingga sebagian besar pengemudi sebarannya ada di kawasan pusat bisnis di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. masih banyak di situ," imbuhnya.

Melihat kondisi ini, Igun sangat merasakan adanya dampak bekerja dari rumah (WFH) di Jakarta yang mencapai 75%. Sesuai dengan ketentuan di masa pengetatan PSBB ini. ''Iya betul terasa dampaknya dari WFH. Jadi kami akhirnya lebih optimalkan pesan layanan antar makanan dan kiriman barang," pungkasnya. (Hld/OL-10)

BERITA TERKAIT