12 January 2021, 13:53 WIB

Kapolda Metro Jaya Mereplikasi Kampung Tangguh Semeru di DKI


Mediaindonesia.com | Megapolitan

Tingkat kasus positif Covid 19 di wilayah DKI Jakarta masih sangat tinggi. Memasuki awal Januari 2021, terjadi penambahan 2.959 kasus baru. Kondisi ini berpotensi akan terus meningkat jika tidak diintervensi secara cepat dan tepat. Untuk itu kita tidak bisa berdiam diri. Segala sumber daya harus dikerahkan untuk menolong rakyat agar terbebas dari pandemi Covid 19.

Untuk itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran menegaskan dirinya ingin mewujudkan Jakarta Sehat, Jakarta Aman. Dia  memastikan setiap wilayah zona merah mengoptimalkan program Kampung Tangguh Jaya guna menekan penyebaran Covid 19 dan membantu meringankan kebutuhan warga.

Senin (11/1) pihaknya bersama sahabat, Pangdam Jaya Mayor Jenderal Dudung Abdurachman, terjun langsung ke Mapolsek Ciledug, Tanggerang Kota yang masih menjadi zona merah Covid 19. Lalu setelah itu, beranjak menuju ke Mapolsek Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dua Mapolsek itu adalah titik awal untuk mengintensifkan program Kampung Tangguh Jaya, memberi dukungan kepada personel, bersilahturahmi dengan masyarakat agar saling membantu menekan penyebaran Covid 19 dan meringankan beban kebutuhan hidup. Pada hari yang bersamaan, seluruh jajaran Polda Metro Jaya juga bergerak dengan cita-cita yang sama.

Kampung Tangguh Jaya merupakan replikasi dari Kampung Tangguh Semeru yang pernah digagasnya ketika menjadi Kapolda Jawa Timur. Tidak tanggung-tanggung, 1.559 Kampung Tangguh Semeru pernah berhasil dibangun. Dia tidak sendirian, program  ini hasil kolaborasi dan sinergisitas bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, Forkominda, Perguruan Tinggi, rekan-rekan media, kelompok pengusaha dan seluruh komponen masyarakat sampai ke tingkat RT. Mendapat sambutan positif dari Presiden Joko Widodo, Kapolri, Panglima TNI, sehingga diadopsi menjadi program Nasional dengan nama Kampung Tangguh Nusantara.

Konsep Kampung Tangguh Jaya yang dikembangkan di wilayah DKI Jakarta menggunakan pendekatan berbasis POP (Problem Oriented Policing) melalui upaya scanning, analysis, response dan assessment. Dalam penerapannya mengedepankan beberapa langkah-langkah sentral, seperti transformation organization, community partnership, problem solving dan community mobilitation.

Tidak bisa juga dipungkiri bahwa faktor keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh konsep yang apik. Menurutnya juga ditentukan oleh kerjasama yang baik dan sinergisitas multistakeholder serta saling menghormati. (OL-12)

 

BERITA TERKAIT