31 December 2020, 10:26 WIB

496 Penumpang Rute Internasional Jalani Karantina di Wisma Atlet


M. Iqbal Al Machmudi | Megapolitan

SEBANYAK 496 orang dengan rute internasional yang masuk ke Indonesia per 30 Desember 2020 melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta langsung jalani karantina di sejumlah hotel dan Wisma Atlet Pademangan.

Per 30 Desember 2020 sejak pukul 00.00 WIB hingga 12.00 WIB, jumlah penumpang rute internasional yang tiba di Terminal 3 sebanyak 496 orang yang terdiri dari 467 orang WNA dan 29 orang WNI. Jumlah penumpang yang menggunakan Batik Air ID 7622 sebanyak 102 orang), Garuda Indonesia GA 8870 sebanyak 286 orang, dan Qatar Airways QR 0958 sebanyak 108 orang.

Ketua Satgas Udara Penanganan COVID-19 Kolonel Pas M.A Silaban (TNI AU) mengatakan untuk lokasi karantina terhadap penumpang-penumpang tersebut ditetapkan di sejumlah hotel.

"Penanganan kedatangan penumpang internasional di Bandara Soekarno-Hatta berjalan lancar. Seluruh 496 orang penumpang tersebut diantar dengan 21 bus ke lokasi karantina yaitu 9 hotel termasuk Wisma Atlet Pademangan," kata M.A Silaban melalui keterangan tertulisnya, Kamis (31/12).

"Kami selalu memonitor perkembangan terkini sehingga proses karantina bagi penumpang rute internasional yang baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta ini berjalan lancar," jelasnya.

Penumpang rute internasional untuk WNI atau WNA yang tiba di Indonesia mulai 28 Desember 2020 diharuskan menjalani karantina selama 5 hari terlebih dahulu di lokasi yang telah ditetapkan. Hal ini sesuai dengan Addendum Surat Edaran Nomor 03 Tahun 2020 yang diterbitkan Satgas Penanganan Covid-19. Pada 29 Desember 2020, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo menggelar rapat koordinasi di Terminal 3 terkait hal ini.

Hadir di dalam rapat tersebut berbagai stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta yang tergabung juga di dalam Satgas Udara Penanganan COVID-19, terdiri dari berbagai unsur gabungan yakni PT Angkasa Pura II, TNI/Polri, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes), Kantor Otoritas Bandara, Kantor Imigrasi serta Bea dan Cukai, ditambah dengan asosiasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi, mengatakan penanganan kedatangan penumpang rute internasional berjalan dengan baik. Agus Haryadi menambahkan penanganan kedatangan penumpang rute internasional terkait dengan keharusan karantina ini dilakukan dengan memperhitungkan seluruh proses kedatangan yang melibatkan berbagai instansi.

"Penanganan dilakukan sejak penumpang rute internasional tiba di garbarata Terminal 3 hingga naik bus menuju lokasi karantina yang telah ditetapkan. Ini membutuhkan koordinasi intensif," kata Agus.

Koordinasi tersebut melibatkan sejumlah sejumlah instansi seperti PT Angkasa Pura II selaku operator bandara, ground handling, maskapai, KKP Kemenkes, Kantor Imigrasi, Bea dan Cukai, operator bus yang mengantar ke lokasi karantina, hingga operator hotel.

"Koordinasi dilakukan intensif setiap saat, dengan juga saling berbagai data mengenai layanan, fasilitas, hingga jumlah penumpang yang akan ditangani. Melalui koordinasi intensif ini, penanganan penumpang rute internasional sejak mereka mendarat hingga diantar ke lokasi karantina pada 30 Desember 2020 berjalan lancar," ujar Agus.

baca juga: WN Inggris Dilarang Masuk ke RI, Satgas : Demi Lindungi Warga

Pihak Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan memeriksa penumpang rute internasional terutama surat hasil tes PCR yang masih berlaku saat tiba di bandara, dan nantinya di lokasi karantina kembali dilakukan tes PCR sebanyak 2 kali. Melalui koordinasi yang intensif, PT Angkasa Pura II bersama stakeholder di Bandar Soekarno-Hatta memastikan penanganan kedatangan penumpang rute internasional tetap berjalan lancar ke depannya. Per 30 Desember 2020, terdapat 13 penerbangan internasional yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dengan sebanyak 1.747 orang penumpang. (OL-3)

BERITA TERKAIT