30 December 2020, 20:45 WIB

Serapan Anggaran Covid-19 DKI Masih Rendah


Hilda Julaika | Megapolitan

SEKJEN FITRA Misbah Hasan mengatakan realisasi anggaran untuk penanganan covid-19 di Jakarta masih sangat rendah.

Data yang diperbaharui per September, Misbah memaparkan realisasi anggaran baru mencapai 13,69%. Padahal Jakarta mendapatkan alokasi anggaran paling besar di Indonesia mencapai Rp10 triliun.

“Untuk penanganan covid-19 sebenarnya DKI itu alokasinya Rp10 triliun. Itu total alokasi pencegahan dan penanganan covid-19 di Jakarta. Namun, sampai September baru terealisasi 13,69%. Jadi masih sangat sedikit,” kata Misbah dalam diskusi secara virtual, Selasa (29/12).

Misbah menilai realisasi ini amat disayangkan masih rendah. Pasalnya realokasi untuk penanganan tertinggi merupakan yang tertinggi di antara provinsi-provinsi lain. Namun, hal ini berbanding terbalik dengan serapan anggarannya yang rendah.

“Jadi ini menurut saya parah sekali ini DKI. Realokasi untuk penanganan covid-19 memang tertinggi di antara provinsi lainnya. Namun, serapannya menurut saya relative rendah hanya 13% totalnya ya.

Ia melanjutka, untuk alokasi kesehatan Rp2,6 triliun baru terealisasi sekitar 23%. Lalu untuk jaring pengaman sosial berupa bantuan sosial (bansos) alokasinya Rp7,6 triliun dan realisasinya baru 11% per September. Kemudian, untuk yang penanganan dampak ekonomi justru relatif kecil baru 0,06%.

“Ini menurut saya penting untuk menjadi catatan DKI ini. Di mana pandeminya masih sangat tinggi aksusnya bahkan pada masa PSBB kemarin juga peningkatan angkanya masih sangat tinggi. Tetapi serapan anggarannya masih rendah. Apalagi efektivitas, apakah sudah efektif yang terserap?” pungkasnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT