29 December 2020, 00:10 WIB

IPM Jakarta Tertinggi di Indonesia


(Put/J-2) |

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi kinerja jajarannya dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di masa pandemi covid-19. Sebelumnya, Pemprov DKI juga telah melakukan upgrade atas visi dan kebijakan pembangunan Kota Jakarta yang disampaikan dalam Musrenbang Perubahan RPJMD DKI Tahun 2017-2022.

Berkat kerja keras itu, Provinsi DKI Jakarta pun berhasil meraih Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan predikat ‘sangat tinggi’ pada 2020, yakni mencapai 80,77. Angka tersebut melebihi rata-rata nasional 71,94 dan menduduki rangking tertinggi di Indonesia.

Status IPM sangat tinggi tersebut, menurutnya, diperoleh bila IPM berada di atas 80. Adapun IPM 70-80 berstatus tinggi, 60-70 berstatus sedang, dan IPM di bawah 60 berstatus rendah.

“Pertama, kami lakukan perencanaan ruang berbasis neighborhood (lingkungan terdekat, sekitar) di mana semua kebutuhan warga harus bisa terpenuhi tanpa perlu menempuh jarak jauh,” kata Anies, kemarin.

Kemudian, sambung dia, pihaknya menyiapkan fasilitas dan layanan dasar kota yang berketahanan. Ketiga, peningkatan infrastruktur digital sebagai tulang punggung (backbone) dari tata kelola pemerintahan modern yang berbasis data. Terakhir ialah integrasi data kependudukan untuk menghasilkan intervensi sosial yang tepat. “Serta reformasi ekonomi dengan mendorong industri berbasis pengalaman dan nilai tambah.”

Lebih jauh, terang Anies, pada 2019 IPM DKI tercatat 80,76, sedangkan pada 2018 sebesar 80,47. Angka tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun hingga tahun ini mencapai 80,77.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Muhammad Hudori mengapresiasi capaian IPM DKI Jakarta 2020 yang melebihi rata-rata nasional. Ia menyebutkan tiga faktor penting penentu kualitas hidup masyarat di Ibu Kota yang tergolong baik sehingga menyumbang angka IPM tertinggi di Indonesia.

“Ada tiga hal yang harus diperhatikan untuk kualitas hidup masyarakat di Jakarta yang tergolong sangat baik. Biasanya umur panjang dan hidup sehat, dari sisi pengetahuan, dan standar hidup layak,” tukas Hudori. (Put/J-2)

 

BERITA TERKAIT