16 December 2020, 18:55 WIB

Ketua DPRD DKI Batal Laporkan Guru Pembuat Soal Anies diejek Mega


Hilda Julaika | Megapolitan

KETUA DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi tidak jadi melaporkan guru pembuat soal "Anies diejek Mega" ke Polda Metro Jaya. Hal ini dilakukan usai guru yang bersangkutan, Plt Kepala Sekolah SMPN 250 Jakarta, dan Kepala Disdik DKI kembali datang dan menyampaikan permohonan maaf.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana meminta agar Prasetio memaafkan guru pembuat soal. Prasetio akhirnya mengurungkan niatnya setelah Sukirno meminta maaf secara terbuka.

"Kemarin kami sangat marah sekali apa pun cerita dan alasannya saya enggak terima, saya mau laporkan hari ini sebetulnya kepada Polda Metro Jaya sore ini tapi ternyata jam 15.00, Ibu Kadis meminta dibukakan hati untuk permintaan maaf ini yang (dilakukan) secara terbuka," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (16/12).

Sebelumnya Pras memiliki rencana untuk melaporkan Guru Sukirno ke Polda Metro Jaya. Pihaknya berniat melaporkan Sukirno atas nama dirinya sebagai Kader PDI-P karena merasa keberatan nama ketua umum partainya disebut dengan citra yang buruk. "Saya atas nama kader PDI-P akan melaporkan karena itu menyebut nama ketua umum saya," kata Prasetio, Selasa (15/12).

Sementara menurut Plt Kepala Sekolah SMPN 250 Setiabudi, adanya soal ujian sekolah yang memuat nama Gubernur DKI Anies Baswedan dan Presiden RI ke-5 Megawati Sukarnoputri karena dibuat terburu-buru.

Setiabudi menjelaskan, sebenarnya tim telaah sudah dibentuk dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di sekolah tersebut. Ia mengakui, tim telaah tidak melakukan editing dengan sempurna. Hal ini menyebabkan muncul soal-soal yang tidak diinginkan tersebut yang menyulut polemik. (OL-13)

Baca Juga: Ketua DPRD DKI Mau Polisikan Guru Pembuat Soal Anies-Mega

BERITA TERKAIT