13 December 2020, 20:11 WIB

RS Hampir Penuh, GOR Pajajaran jadi RS Darurat


Dede Susianti | Megapolitan

WALI Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebutkan, saat ini kondisi rumah sakit-rumah sakit rujukan penanganan covid-19 di Kota Bogor hampir penuh.

"Rumah sakit sudah 83 persen okupansinya. Sehari, sekarang sudah menyentuh angka 60. Kalau sudah di atas angka 50, ini masa menuju puncak. Rumah sakit kewalahan, semua akan dirawat di rumah,"ungkap Bima, kemarin.

Untuk itu, pihaknya berencana akan menjadikan gelanggang olahraga (Gor) Pajajaran yang berlokasi di Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, rumah sakit darurat covid-19.

"Oleh karena itu kita sedang siapkan Gor Pajajarann menjadi rumah sakit darurat.

Jadi punten, olahraga dinomor sekian-kan dulu. Indor itu akan kita jadikan rumah sakit darurat. Dengan estimasi ada 70 tempat tidur di situ,"jelasnya.

Bima menyebut, rumah sakit darurat covid-19 di GOR Pajajaran ini, menjadi tempat isolasi pasien dengan gejala. Sementara, untuk pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) akan disiapkan satu hotel.

Nantinya, Kantor Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) akan dijadikan UGD. Sedangkan di bagian atasnya akan dijadikan untuk istirahat tenaga kesehatan. Kemudian perpustakaan jadi markas satgas, termasuk unit reaksi cepat.

Baca juga :Langgar Protokol Kesehatan, Restoran di Kelapa Gading Disegel

"Jadi inilah yang akan kita siapkan. Penganggaran sedang kita ajukan ke pusat . Tidak ada pilihan lain harus gerak cepat,"katanya.

Dia menjelaskan, jika pihaknya tidak gerak cepat, rumah sakit akan kolaps dan tidak akan mampu lagi menampung.

"Jadi tolong dipahami hasrat untuk olahraganya dipendam dulu karena situasi sedang seperti ini. Kecuali olahraga individu, jalan sehat, lari, sepeda, tracking itu masih bisa. Tapi yag basket, bola dan lain-lain masih belum memungkinkan,"katanya.

Ia berharap awal tahun rumah sakit darurat Covid-19 GOR Pajajaran sudah bisa dioperasikan. Pasalnya, ledakan kasus ini disebabkan karena isolasi mandiri yang tidak disiplin di dalam rumah, sehingga terjadi lonjakan kasus rumah tangga.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Herry Karnadi menuturkan, untuk sementara kantor Dispora akan bergeser dahulu, namun belum ditentukan lokasinya dimana.

"Kalau masih kurang Indoor B akan kita siapkan. Saat ini, indoor B juga sudah dijadikan tempat swab oleh dinkes. Selain itu, sudah dua pekan ini GOR Pajajaran juga tempat transit pasien sebelum dibawa ke rumah sakit," katanya.

Sementara berdasarkan data terbaru atau per Minggu, 13 Desember ini, hingga pukul 14.00 WIB, total kasus terkonfirmasi menembus 4.119 karena bertambah 71 kasus/orang. Dan untuk kasus meninggal bertambah dua orang sehingga totalnya menjadi 113 orang.(OL-2)

 

BERITA TERKAIT