03 December 2020, 05:15 WIB

150 Ribu Sumur Resapan Disiapkan


(Put/Ant/J-2) | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi dan DPRD DKI Jakarta sepakat untuk membangun 150 ribu sumur resapan di seluruh wilayah Ibu Kota. Wacana untuk mengatasi persoalan banjir dan penguatan bahan baku air tanah itu dituangkan dalam Rancangan APBD 2021.

Anggota Komisi D DPRD DKI Dedi Supriadi mengatakan program itu secara prinsip sudah dimatangkan Komisi D yang membidangi infrastruktur dan pembangunan serta Dinas Sumber Daya Air (SDA) sebagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang bertanggung jawab atas pelaksanaannya.

Menurut Dedi, program tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengatasi dampak banjir sekaligus sebagai konservasi air sehingga air hujan ataupun air habis pakai tidak langsung dialirkan ke saluran yang muaranya sampai ke laut. "Jika air diserap dulu ke tanah melalui sumur resapan ini, debit air di saluran juga akan berkurang. Kemudian persediaan air tanah juga terjaga," katanya, kemarin.

Ia mengemukakan, 150 ribu sumur resapan yang dibangun tahun depan akan ditempatkan di lahan-lahan milik Pemprov DKI, seperti perkantoran dan ruang terbuka hijau (RTH) lainnya. Sumur resapan nantinya dibuat dalam beberapa bentuk, di antaranya beton, sumur dalam, dan modular tank.

Hal tersebut juga tetap mempertimbangkan banyak hal, semisal kapasitas air yang ingin diserap dan medium tempat ditanamnya sumur. "Namun, dewan juga meminta pemprov menanam sumur resapan ini di daerah-daerah yang sering kali mudah mengalami genangan saat hujan turun," ujarnya.

Asisten Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda DKI Jakarta Yusmada Faizal membeberkan Pemprov DKI berjanji akan mengerahkan seluruh daya baik alat maupun sumber daya manusia untuk memprioritaskan pengendalian banjir di Jakarta, sesuai dengan arahan Gubernur Anies Baswedan.

"Bahwa arahan Pak Gubernur, banjir ini tetap prioritas ditangani. Semua anggaran akan dicukupkan," kata Yusmada, beberapa waktu lalu.

Gubernur, terang dia, juga mengingatkan Dinas SDA dan suku dinas terkait agar dapat memaksimalkan semua alat guna membuat aliran air di waduk dan sungai menjadi normal, serta melanjutkan pembangunan ratusan sumur resapan. "Lakukan maksimal sampai nanti kita menghadapi puncak musim hujan pada Januari atau Februari," tukasnya.

Pengungsi

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari, kemarin, mengatakan persiapan penanganan banjir di tengah kepungan covid-19 yang disiapkan di Jakarta Pusat tidak hanya di tempat pengungsian, tapi juga pada saat evakuasi berjalan.

Ia menambahkan, hasil tes terhadap warga pengungsi karena banjir yang memiliki hasil reaktif saat tes penyaringan cepat diharapkan selesai maksimal 8 jam. Pun selama menunggu hasil tes usap, para pengungsi korban banjir dengan hasil reaktif akan ditempatkan di posko suspect covid-19 yang telah disiapkan dengan sekat-sekat yang sesuai dengan protokol kesehatan. (Put/Ant/J-2)

BERITA TERKAIT