25 November 2020, 17:52 WIB

Ada Aksi Tolak Rizieq, Polri: Itu Demokrasi


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

AKSI penolakan terhadap kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab semakin gencar di sejumlah daerah.

Pasalnya, masyarakat enggan menerima kehadiran Rizieq, yang berencana menggelar safari dakwah setelah pulang dari Arab Saudi. Menanggapi situasi tersebut, Polri menilai penolakan terhadap kedatangan Rizieq adalah hak masyarakat.

"Tidak apa-apa, kita negara demokrasi. Orang mau menyampaikan pendapatnya silakan," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, Rabu (25/11).

Baca juga: Pangdam Jaya Sebut Protokol Kesehatan Bagian dari Islam

Namun, Awi menggarisbawahi bahwa penolakan warga terhadap Rizieq, apalagi sampai turun ke jalan, harus mematuhi protokol kesehatan. Upaya ini penting untuk mencegah risiko penularan covid-19.

"Yang penting sekarang masa pandemi harus patuhi protokol kesehatan," pungkas Awi.

Sebelumnya, Polri menyerahkan jajaran kepolisian di daerah untuk menyikapi pergerakan massa, yang menolak pemimpin FPI tersebut. Diketahui, terjadi aksi penolakan terhadap Rizieq oleh ratusan massa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Selasa (24/11) lalu.

Baca juga: Putri Rizieq tidak Penuhi Panggilan, Polisi: Rugi Sendiri

Aksi penolakan berujung bentrok dengan puluhan orang simpatisan FPI. Kemudian di Bandung, massa yang mengatasnamakan Front Pembela Bangsa, juga menolak kedatangan Rizieq dengan membakar spanduk.

Kemudian, ratusan masyarakat yang tergabung dalam Laskar Front Pembela Pancasila (FPP) menggelar aksi penolakan serupa di depan kantor Pemprov Sumatera Utara.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT