18 November 2020, 17:34 WIB

Tahun Ini, DKI Kumpulkan 22.683 Kg Limbah Elektronik


Hilda Julaika | Megapolitan

SEPANJANG Februari-Oktober 2020, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah mengumpulkan limbah elektronik (ewaste) sebanyak 22.683 kilogram (kg),

Limbah elektronik dikumpulkan dari puluhan tempat penampungan limbah elektronik. Itu berupa drop box ewaste yang tersebar di wilayah Jakarta dan melalui layanan jemput ewaste.

Puluhan titik dropbox ewaste tersebar di gedung dan kantor Pemprov DKI Jakarta. Berikut, perusahaan swasta, sekolah, halte Transjakarta, stasiun kereta api, stasiun MRT, hingga ruang publik lainnya.

Baca juga: Sampah Elektronik Naik 21 Persen dalam Lima Tahun

"Kami bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki izin dari Kementerian LHK, untuk pengelolaan lanjutannya," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Andono Warih dalam keterangan resmi, Rabu (18/111).

Warga Ibu Kota juga bisa menyerahkan atau meminta penjemputan limbah elektronik dengan berat minimal 5 kg. Permohonan bisa disampaikan ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup DKI di kawasan Cililitan, Kramat Jati.

Selain itu, warga dapat mengajukan permohonan layanan secara daring melalui situs lingkunganhidup.jakarta.go.id. Berikut, melalui Facebook dengan akun Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Baca juga: Lebaran Tahun Ini, Kualitas Udara Jakarta Jauh Lebih Baik

Metode penjemputan sampah atau limbah elektronik diawali dengan pendaftaran dengan mengisi form (Google form) di situs tersebut. Sebanyak 40 pemohon sudah dilayani pada Februari-Oktober 2020.

"Penjemputan limbah ektronik mencakup lima wilayah kota administrasi. Harus warga DKI Jakarta dan perorangan. Kemudian, berat timbangan sampah elektronik minimal 5 kg," jelas Andono.

Diketahui, limbah elektronik merupakan barang atau peralatan elektronik yang sudah usang, sudah berakhir daur hidupnya, serta tidak memberikan nilai atau manfaat bagi pemilik. Limbah elektronik mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3).(OL-11)

 

BERITA TERKAIT