16 November 2020, 17:10 WIB

Cemburu, Perempuan di Depok Nekat Manjat 30 M untuk Bunuh Diri


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

SEORANG perempuan di Kota Depok, nekat memanjat Menara Telekomunikasi ketinggian 30 meter, Senin (16/11).

Perempuan muda yang bernama Mutia, 18, nekat memanjat Menara Telekomunikasi untuk bunuh diri.

Kepala bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok Romulo Hutauruk mengatakan perisitiwa itu terjadi di

Kampung Areman RT OO 1 RW O5 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, tidak jauh dari Situ Pedongkelan pukul 06.00 WIB.

Setelah Tim Penanggulangan Bencana menerima laporan adanya laporan seorang perempuan yang melakukan percobaan bunuh diri, tim penanggulangan bencana DPKP Kota Depok langsung mendatangi lokasi kejadian dibantu warga sekitar untuk melakukan evakuasi.

" Kami melakukan evakuasi melalui mediasi dengan membujuk saudari Riska agar tidak lompat dari atas Menara. Alhasil, upaya yang dilakukan membuahkan hasil. Mediasi terus dilakukan dan tim evakuasi melakukan pemanjatan keatas Menara, " katanya, Senin (16/11).

Mutia akhirnya diamankan dan dievakuasi untuk turun ke bawah dengan selamat menggunakan peralatan safety kemudian langsung dilarikan ke Puskesmas Tugu untuk diberikan tindakan medis. Saat dibawa ke Puskesmas, kondisi fisiknya lemas dan nafasnya nyesak.

Romulo menjelaskan, untuk membujuk Mutia agar mengurungkan aksi nekatnya dibutuhkan waktu lama. " Dua jam lebih kita membujuk Mutia, " ucapnya.

Romulo menjelaskan Mutia nekat melakukan percobaan bunuh diri karena faktor cemburu.

" Mutia cemburu berat. Ia tak ingin kalau suaminya yang bernama Hendi, 31, nongkrong dan mengobrol berlama-lama terhadap siapapun, ataukah itu tetangga atau siapapun, " kata Romulo, Senin (16/11).

Dari pengakuannya, Mutia cemburu berat. Ia tak ingin nongkrong lama-lama dan ngobrol dengan orang lain kecuali dengannya. Karena merasa suaminya hanya milik Mutia.

" Mutia menuturkan, aksi percobaan bunuh diri dengan panjat Menara pada Senin (16/11), dilakukannya karena suaminya kelamaan nongkrong dan mengobrol dengan Wawan, tetangga Riska dan Hendi di Kampung Areman RT OO1 RW O5 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Mutia mengaku merasa dirinya diabaikan, " ucap Romulo.

Romulo menjelaskan Mutia bukan kali pertama saja mencoba melakukan aksi bunuh diri.

" Mutia telah 5 x melakukan percobaan bunuh diri. Ia pernah mencoba melakukan aksi bunuh diri di Rel Kereta Api Listrik (KRL) Kelurahan Pondok Cina Kawasan Universitas Indonesia (UI), Beji, Kota Depok. Namun aksi tersebut berhasil digagalkan petugas stasiun KRL, " pungkasnya.

Mutia adalah kelahiran Ngawi 25 September 2002 bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sedangkan Hendi kelahiran Jonggol 7 September 1989 bekerja swasta. (OL-4)

BERITA TERKAIT