31 October 2020, 12:40 WIB

Minggu Puncak Arus Balik, Waspada Transfer Virus di Rest Area


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Hari Minggu diprediksi menjadi puncak arus balik dari masyarakat yang pulang usai berlibur keluar kota atau mudik ke kampung halaman selama libur panjang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo pun mengingatkan agar masyarakat yang pulang kembali ke wilayah Jabodetabek untuk berangkat lebih awal. "Diprediksi itu 1 November, tapi kami mengimbau kepada warga itu jangan balik seluruhnya tanggal 1 November, di hari Minggu," kata Syafrin di Jakarta, Jumat (30/10).

Imbauan tersebut disampaikannya agar masyarakat tidak mengalami kemacetan panjang karena menumpuknya kendaraan yang balik ke Jakarta. Ia meminta masyarakat bisa pulang lebih awal.

Baca juga: Ini Langkah Pemprov DKI Tata Transportasi di Ibu Kota

"Karena itu tadi kami khawatirkan terjadi kepadatan di rest area pada tanggal 1 November nanti. Itu tentu yang tidak kami harapkan. Interaksi di rest area menjadi tempat transfer virus antarpemudik arus balik," kata Syafrin.

Sementara itu, ia juga mengimbau agar berbagai pihak tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan covid-19.

Terutama di berbagai tempat yang menjadi tempat istirahat atau rest area di jalan-jalan tol. Kepadatan pengunjung di rest area dikhawatirkan akan terjadi karena diprediksi pengendara akan melakukan arus balik pada waktu yang sama.

"Arus balik yang harus diantisipasi di tengah covid ini bagaimana interaksi para warga yang balik ini tidak terjadi sehingga potensi penularan virus tidak terjadi. Yang harus diwaspadai bersama pada tempat-tempat istirahat atau rest area karena pertama, pengguna angkutan umum, pengguna kendaraan pribadi itu akan numplek di sana dan dalam kondisi kelelahan," jelasnya.

Pada masa tersebut, pengunjung berpotensi rawan terpapar terlebih dalam kondisi kelelahan dapat menurunkan imun tubuh.

"Jika prokes di rest area itu tidak dilaksanakan dengan baik maka potensi terjadinya penularan besar. Apalagi warga dalam kondisi kelelahan, ini kondisi yang paling disenangi oleh virus. Imun sedang turun karena kelelahan lalu banyak orang yang sedang berkumpul," terangnya.

Ia mengimbau agar pengelola rest area disiplin dan tegas pada para pengunjung dalam menerapkan prokes semisal menjaga jarak antrean antarpengunjung yang memesan makanan, makan di tempat, di tempat ibadah, sampai di fasilitas toilet umum.

"Prokes 3M diawasi secara ketat. Kalau perlu di beberapa tempat yang menjadi pusat perkumpulan seperti musala, toilet, itu ada petugas yang mengatur junlah maksimal orang yang boleh beraktivitas di dalam," terang Syafrin.

"Jadi terjaga. Demikian di mushala juga dilakukan pembatasan sehingga di tengah-tengah libur panjang arus balik potensi penularan bisa diminimalisir paling tidak kalau tak bisa dihindari karena pasti interaksi ada. Tapi dengan upaya bersama paling tidak kita minimalisasi dan tidak ada klaster libur panjang lagi di Jakarta. Kalau kapasitas rest area, begitu seluruhnya masuk yamg harua dijaga adalah interaksi masyarakat di dalam," pungkasnya.

BERITA TERKAIT