08 September 2020, 12:50 WIB

Kasus Posifif Covid-19 di Depok Melonjak


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

KASUS pasien yang positif terinfeksi covid-19 di Kota Depok terus melonjak. Berdasarkan data per 8 September 2020, kasus konfirmasi positif covid-19 berjumlah 2.539 orang dan meninggal dunia 89 orang.

Sedangkan kasus orang dalam pemantauan (ODP) 4.706 orang, kasus pasien dalam pengawasan (PDP) 1.762 orang dan kasus orang tanpa gejala (OTG) 4.516 orang.

“Penambahan kasus konfirmasi positif, paling banyak bersumber dari imported case. Selain itu juga bersumber dari transmisi lokal serta hasil swab test massal,” papar Sekretaris Daerah Kota Depok Hardiono, Selasa (8/9).

Baca juga: Anies Sudah Siapkan Alternatif Makam Covid-19

Dia menyebutkan, dari data penambahan kasus pada periode minggu ke-26 (24 Agustus sampai dengan 30 Agustus 2020), kasus konfirmasi positif lebih banyak berasal dari imported case sebesar 77,56%. Pada periode minggu ke-27 (31 Agustus sampai dengan 6 September 2020) kasus imported case mencapai 89%.

“Kasus imported case ini berasal dari klaster perkantoran dan tempat kerja di luar Kota Depok, yang berdampak pada penularan di dalam keluarga dan komunitas,” ujarnya.

Pihaknya mengambil sejumlah langkah taktis di bidang pencegahan yang saat ini sedang dilakukan. Misalnya optimalisasi peran Kampung Siaga Covid-19, Sosialisasi dan Edukasi Gerakan Bermasker serta Protokol Kesehatan, Disinfektasi Area Terpapar, Penegakan Hukum Protokol Kesehatan, Pembatasan Aktivitas Warga, dan Pembatasan Aktivitas Dunia Usaha.

”Demikian pula di bidang penanganan, di antaranya penanganan kasus konfirmasi positif (perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri), Peningkatan swab test, Tracing Kasus dan Tindak Lanjut Kasus Kontak Erat, Pembatasan Sosial Kampung Siaga Covid-19 Berbasis RW,” bebernya.

Untuk mengoptimalkan penerapan protokol kesehatan, telah diterbitkan 2 Peraturan Wali Kota Depok. Pertama, Peraturan Wali Kota Depok Nomor 59 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Secara Proporsional Pra Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Rangka Pencegahan, Penanganan dan Pengendalian Covid-19.

“Dengan terbitnya Peraturan Wali Kota ini, Peraturan Wali Kota Depok Nomor 37, 45 dan 49 dinyatakan tidak berlaku,” katanya.

Kedua, Peraturan Wali Kota Depok Nomor 60 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Dalam Peraturan Wali Kota ini diatur tentang sanksi bagi perorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab/penyelenggara kegiatan tempat dan fasilitas umum.

“Kepada seluruh warga dan para pihak, kami mengajak dan meminta untuk dapat menerapkan protokol kesehatan secara konsisten, sebagai bentuk ikhtiar kita dalam mengendalikan dan menghentikan penyebaran covid-19 di Kota Depok,” pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT