03 September 2020, 16:55 WIB

DKI Jakarta Butuh Sekitar 1.000 Nakes Tambahan Hingga Akhir Tahun


Hilda Julaika | Megapolitan

Kepala Dinas Kesehatan DKI Widiastuti mengatakan hingga akhir tahun 2020, DKI membutuhkan sekitar 1.000 tenaga kesehatan (nakes) tambahan. Medreka akan disebar ke rumah sakit milik pemerintah, rumah sakit vertikal, dan rumah sakit swasta.

"Sementara yang di kami dengan perhitungan yang sebulan terakhir ini membutuhkan tenaga kesehatan sekitar 1.000 yang harus dieksekusi," ujarnya di Balai Kota DKI, Kamis (3/9).

Hingga saat ini, sambungnya, sudah terdapat 1.800 tenaga kesehatan yang mendaftar. Mereka terdiri atas tenaga dokter, analis, perawat, dan tenaga beberapa bidang lainnya sesuai permintaan rumah sakit.

"Itu data yang masuk. Masih perlu diseleksi berapa yang lolos nantinya. Tentu kalau memenuhi semua datanya akan sangat dinamis karena melihat pergerakan pasien covid-19," imbuhnya.

Baca juga: Klaster Kelompok Bermunculan, Anies Siapkan Regulasi Isolasi

Nantinya pengembangan nakes ini tidak hanya untuk RSUD saja. Namun, juga ada beberapa rumah sakit vertikal dan swasta yang mengajukan penambahan tenaga kesehatan ke pemerintah.

"Ini yang kami sedang ajukan kepada tim pusat. Bagaimana nanti DKI perlu bantuan dukungan tenaga dari tim pusat sebab yang meminta tenaga itu bukan cuma RSUD saja, tapi termasuk rumah sakit di luar pemerintah," jelasnya.

Ada kira-kira 1.800 pendaftar yang akan menjalani seleksi ketat secara bertahap, termasuk seleksi di tingkat internal. Ada pun posisi yang paling banyak dibutuhkan adalah perawat.

"Kan seleksi bertahap. Ada seleksi di tingkat internal yang harus kami cek lagi. Pengalaman kami sebelumnya dari yang sudah lolos pun karena suatu hal tidak jadi gabung. Nanti penugasannya karena rekrutmen di BKD, ditugaskan di Dinkes. Jadi, nanti kami perbantukan sesuai kebutuhan," pungkasnya. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT