03 September 2020, 12:35 WIB

Klaster Kelompok Bermunculan, Anies Siapkan Regulasi Isolasi


Hilda Julaika | Megapolitan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan masih menyusun regulasi perihal isolasi masyarakat yang terpapar covid-19. Hal ini dilakukan menyusul larangan isolasi mandiri yang berkontribusi menambah penularan covid-19 di klaster komunitas, yakni permukiman. Pihaknya mengatakan lewat regulasi ini adalah langkah pemerintah untuk meningkatkan intervensi kepada masyarakat yang terpapar covid-19.

“Langkah-langkah ke depan akan diumumkan sesudah regulasinya siap. Tapi intinya kita akan meningkatkan intervensi pada orang-orang yang terpapar dan terbukti positif, sehingga kita bisa memotong mata rantai penyebaran covid-19,” jawabnya saat ditanya oleh mediaindonesia.com, Kamis (3/9).

Baca juga: PSI Sebut Kebijakan Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19 Terlambat

Regulasi ini, menurutnya, memungkinkan masyarakat yang terbukti positif covid-19 langsung diisolasi ke fasilitas kesehatan. "Karena sebelumnya, jika ada kasus tanpa gejala masih bisa melakukan isolasi mandiri di kediaman masing-masing masyarakat. Isolasi ini diketahui mendorong penyebaran virus covid-19 di lingkungan sekitar," jelasnya.

Saat ini, imbuh Anies, sedang disusun regulasi isolasi di Jakarta supaya mereka yang sudah dites positif covid-19 bisa benar-benar isolasi dengan baik. "Sehingga mereka tidak menjadi penyebar dan kita sedang susun regulasinya kalau sudah lengkap kita akan umumkan,” lanjutnya.

Di lain pihak, Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad meminta Anies Baswedan segera merealisasikan rencana peniadaan isolasi mandiri yang bertujuan menekan penyebaran covid-19 di area permukiman.

Menurut Idris, meski terlambat mengingat penyebaran covid-19 di pemukiman sudah menjadi klaster baru, kebijakan isolasi ke fasilitas kesehatan harus segera dilakukan. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT