01 September 2020, 12:10 WIB

126 Pegawai RSUP Persahabatan Terpapar Covid-19


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Persahabatan Rochman Arif mengatakan sejak wabah covid-19 melanda sampai 31 Agustus ada 126 pegawai yang terpapar covid-19. Tak hanya tenaga medis, tapi juga tenaga penunjang medis. Info tersebut disampaikannya dalam konferensi pers virtual yang dilaksanakan pada Selasa (1/9).

Sebanyak enam di antaranya adalah dokter dan saat ini sudah sembuh bersama 43 pegawai lainnya. Lalu ada dua orang pegawai yang meninggal dunia.

"Sisanya sebanyak 75 orang pegawai masih positif. Ada yang dirawat di RS Wisma Atlet karena tidak bergejala atau memiliki gejala tingkat ringan, dan ada yang melakukan isolasi mandiri di rumah," ujar Rochman.

Ia mengatakan sebagian besar tenaga medis yang terpapar covid-19 sembuh. Terkait dua orang tenaga medis yang meninggal dunia tersebut diketahui juga memiliki penyakit penyerta, yaitu diabetes dan jantung.

Rochman menyebut pihaknya membentuk tim pemantau covid-19 untuk internal RSUP Persahabatan. Tim tersebut secara rutin melakukan tracing dan swab test.

"Dari hasil tracing pun diketahui mereka bukan terpapar di RS, tetapi ada yang kena di angkutan umum dan ada yang kena di lingkungan rumahnya. Jadi, kalau di RS sendiri kami masih aman," jelasnya.

Puncak kasus keterpaparan covid-19 pada tenaga medis dan penunjang medis ini terjadi pada 26 Agustus lalu. Saat itu dari hasil swab test sebanyak 19 orang tenaga medis konfirmasi positif covid-19.

Baca juga: Kapasitas Tempat Tidur Covid-19 di RSUP Persahabatan Tersisa 24%

"Itu puncaknya. Padahal sebelumnya hanya satu orang sampai tiga orang paling banyak," jelas Rochman.

Ia menegaskan sampai saat ini jumlah tenaga medis baik dokter maupun tenaga perawat yang berjumlah 780 orang masih cukup untuk melayani pasien covid-19 meskipun ada peningkatan jumlah pasien.

Rochman menambahkan pihaknya mendapat bantuan dari Kementerian Kesehatan sebanyak dua orang tenaga dokter umum. Sementara itu, RSUP Persahabatan sendiri memperbantukan dokter spesialis paru-paru ke RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

"Kami juga menyaring untuk perawat-perawat kami sebanyak 780 orang itu. Tidak semuanya bisa merawat pasien covid-19 di ruang isolasi. Kami saring yang memiliki penyakit penyerta atau usia di atas 50 tahun itu tidak bisa karena kan masuk sebagai golongan warga rentan terhadap covid-19," jelasnya. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT