31 August 2020, 16:02 WIB

Klaster Liburan Muncul, Pengamat: Masyarakat Sudah Abai


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMPROV DKI kemarin mengumumkan munculnya klaster penularan baru covid-19 yang berasal dari aktivitas warga saat berlangsungnya libur panjang akhir pekan yang terjadi selama dua pekan berturut-turut yakni 15-17 Agustus dan 20-23 Agustus.

Pada Minggu (30/8), jumlah kasus positif mencapai angka 1.114. Dari jumlah tersebut, 385 kasus adalah akumulasi data 7 hari sebelumnya yang baru dilaporkan, yang mana sebagian besar terpapar covid-19 saat libur panjang akhir pekan (long weekend) pada rentang waktu 16 - 22 Agustus 2020.

Munculnya klaster libur panjang ini menurut pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah terjadi karena warga sudah semakin abai dengan protokol kesehatan. Masyarakat sudah tenggelam dengan euforia pembukaan sektor-sektor ekonomi serta wisata sehingga meninggalkan protokol covid-19.

"Ya ini masyarakat sudah abai. Sudah merasa covid-19 ini bukan sesuatu yang harus ditakutkan padahal masih ada," kata Trubus saat dihubungi Media Indonesia, Senin (31/8).

Trubus pun menegaskan meski pemerintah membolehkan masyarakat untuk pergi berwisata atau kembali ke kampung halaman, masyarakat seharusnya tetap patuh dan berpegang pada protokol kesehatan. Karena saat ini semua orang berpotensi menjadi 'carrier' atau pembawa virus.

Jangan sampai masyarakat lengah dan justru menulari kerabat yang merupakan tergolong warga rentan dan tinggi terhadap risiko covid-19 sehingga membahayakan nyawa orang-orang tersebut.

"Keterlibatan pemda di sini juga dibutuhkan, Tempat wisata boleh buka tapi harus dengan protokol. Itulah mengapa dalam Komite Pemulihan Ekonomi Nasional tetap ada penanganan covid-19 di dalamnya. Karena keduanya harus berjalan beriringan," tegasnya.

Sebelumnya, melalui keterangan resmi pada Minggu (30/8), Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia memaparkan penambahan kasus baru covid-19 sebanyak 1.114 kasus. Kemudian, 70% kasus positif pada Minggu, 30 Agustus 2020 adalah kasus yang diambil spesimen pada tanggal 24 dan 25 Agustus 2020.

Ia menjelaskan, jika dihitung mundur, masa inkubasi tersering adalah 6 hari (inkubasi adalah lama waktu dari virus masuk sampai dengan menimbulkan gejala), lalu pasien mengakses pemeriksaan PCR 1-2 hari kemudian, maka periode penularan tertinggi terjadi pada 16-17 Agustus 2020.  

Lalu, dari 1.114 kasus sebanyak  57% di antaranya atau sebanyak 630 kasus baru adalah hasil tracing Puskesmas, yang mana melakukan pemeriksaan kepada kontak erat pasien positif. Tracing ratio di DKI Jakarta saat ini adalah 6, artinya dari 1 kasus positif, rata-rata 6 orang kontak erat akan diperiksa/dites PCR.

Sedangkan, dari active case finding yang dilakukan Puskesmas, ditemukan 6 kasus baru. Sementara, dari passive case finding di RS dan klinik ditemukan sebanyak 478 kasus baru. (OL-4)

BERITA TERKAIT