30 August 2020, 13:23 WIB

RS Penuh, Gerindra Minta Anies Sulap GOR jadi RS Darurat


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MENINGKATNYA kasus covid-19 di Jakarta yang telah mencapai 38 ribu kasus membuat ketersedian kamar ICU di rumah sakit (RS) menipis. Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik meminta Gubernur Anies segera mencari jalan keluar atas masalah tersebut.

"Bisa nanti tempat-tempat seperti GOR (Gelanggang Olahraga) disulap menjadi rumah sakit darurat," ujar Politikus Gerindra itu kepada Media Indonesia, Minggu (30/8).

Taufik menyebut banyak GOR yang tersebar di Jakarta bisa dialihkan menjadi rumah sakit darurat. Upaya tersebut bisa menjadi solusi mengingat kapasitas keterisian ICU sudah lebih 74% berdasarkan laporan Dinas Kesehatan DKI.

Baca juga: Hari Ini, 1.552 Pasien Covid-19 Dirawat Inap di RSD Wisma Atlet

"Kami mendengar memang RS hampir penuh. Makanya DKI harus ada antisipasinya. Saya kira GOR itu layaklah jadi RS darurat kalau Pemprov mau," ungkap Taufik.

Ia mengatakan memang di Jakarta sudah ada Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet untuk menampung pasien covid-19 atau menjadi tempat isolasi bagi warga yang terpapar.

Namun, lanjut Taufik, dengan menyulap GOR menjadi RS darurat bisa menjadi opsi bagi Gubernur Anies Baswedan.

Diketahui, ketersediaan tempat perawatan di rumah sakit (RS) di Jakarta bagi penderita covid-19 semakin menipis

Kapasitas keterisian ICU sudah lebih 74%. Sementara itu, keterisian ruang rawat isolasi lebih 60% per 25 Agustus.

Sebelumnya, pihak Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara, mengaku kamar rawat inap pernah melebihi kapasitas.

"Iya pernah tiga empat hari lalu overload. Baik di kamar ICU dan IGD," ungkap Dirut RSPI Sulianto Saroso Mohammad Syahril kepada Media Indonesia, Jumat (28/8).

Ada 44 tempat tidur yang tersedia di rumah sakit rujukan covid-19 tersebut. Syahril menyebut, pihaknya tidak bisa menerima semua pasien covid-19. Hanya yang memiliki gejala berat yang bisa ditampung di RSPI. (OL-1)

BERITA TERKAIT