29 August 2020, 00:36 WIB

Selama Pandemi, Kegiatan Posyandu Dibatasi


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

SELAMA wabah covid-19, kegiatan pemantauan tumbuh kembang anak melalui Posyandu dibatasi. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan terpaksa ada pengubahan pola kegiatan posyandu.

"Upaya kesehatan berbasis masyarakat kita ubah polanya. Jadi, pemantauan tumbuh kembang anak saat ini belum rutin di semua posyandu. Kita masih mendorong warga ke Puskesmas untuk memeriksakan putra-putrinya," ujarnya di Balai Kota, Jumat (28/8).

Ia mengungkapkan sedang mengkaji penguatan layanan berbasis masyarakat dengan menggandeng kader PKK melalui program Dasawisma.

Baca juga : Soal Positivity Rate 10,1%, Dinkes DKI Hanya Bicara Testing

"Artinya dengan jumlah rumah yang tidak banyak, jumlah balita yang lebih terfokus itu lebih aman daripada satu posyandu. Karena satu posyandu bisa 100 balita," terangnya.

Namun, untuk tersebut diperlukan beberapa langkah seperti meningkatkan kemampuan dan kapasitas kader agar mengerti cara memberikan dasar-dasar layanan pemantauan tumbuh kembang anak.

"Tentu perlu penguatan kader-kadernya dulu supaya bisa memberikan layanan," paparnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT