27 August 2020, 14:24 WIB

Sepeda Masuk Tol, Pengamat: Tol Bisa Tambah Macet


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Usulan Pemerintah Provinsi DKI meminta izin kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk sepeda (gowes) bisa berjalan di jalan tol mendadak viral. Usulan tersebut disampaikan melalui surat permohonan nomor 297/-1.792.1 tertanggal 11 Agustus 2020.

Jalan tol yang dimaksud untuk sepeda adalah ruas jalan tol lingkar dalam (Cawang-Tanjung Priok) pada sisi jalan Barat. Gowes dilakukan pada setiap hari Minggu, pukul 06.00-09.00 WIB untuk mendukung acara hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di Priok.

Direktur Eksekutif Intrans Deddy Herlambang memaparkan jalan tol ini dulu dikenal sebagai jaringan selatan Jakarta Utara. "Total panjangnya 16 kilometer (km) dan 12 km di antaranya merupakan 'elevated toll' (layang tol)," kata Deddy.

Baca juga: DKI Minta Sepeda Masuk Tol, Ombudsman: Harus Ubah UU

Jalan tol ini merupakan jalan tol layang pertama di Indonesia yang dibangun pada 1987-1990. Kini sesuai laporan PT Jasa Marga bahwa volume capacity ratio (VCR) ruas tol ini sudah mencapai 0,8.

Pada hari Minggu pukul 09.00 WIB, sebenarnya sudah tergolong padat untuk servis jalan tol. Apabila VCR telah mencapai 1 (nilai absolut) ekuivalen lalu lintas macet. Nilai 1 tersebut akan menurunkan pelayanan atau Level of service (LoS) jalan tol.

"Masalah turunnya LoS (SPM tol) ini tentunya akan mengganggu kinerja operator jalan tol dalam hal ini PT Jasa Marga," kata Deddy dalam keterangan resminya, Kamis (27/8).

Sesuai permohonan surat Gubernur DKI, bila setiap hari Minggu pukul 06.00–09.00, sepeda diizinkan melintas di ruas tol Cawang–Tanjung Priok (hanya sisi Barat) tentunya akan terjadi rekayasa lalu lintas dengan menutup 2 lajur sisi Barat, maka jalan tol sisi Timur dipakai berjalan kendaraan bermotor dua arah.

"Apabila hal ini diizinkan oleh Kemen PUPR, VCR dapat melebihi angka 1 (macet total) karena normal VCR 0,8 berjalan di 4 lajur (2 arah) bila sisi Barat ditutup, maka tol berjalan hanya di 2 lajur untuk 2 arah. Persoalan ini akan mengganggu bisnis jalan tol PT Jasa Marga selalu operator jalan tol tersebut," ujarnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT