26 August 2020, 16:30 WIB

Penyandang Disabilitas Keluhkan Perpanjangan SIM D di Jakarta


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia wilayah Jakarta, Didi Leindert menyampaikan keluhan perihal pembatasan perpanjangan SIM D bagi penyandang disabilitas tuli.

Menurutnya dengan adanya pembatasan perpanjangan SIM tersebut merugikan kaum tuna rungu di Ibu Kota.

"Saat ini tidak bisa lagi perpanjangan SIM D karena aturan DKI. Apakah teman-teman tuli sudah banyak pelanggarannya?" kata Didi dalam webinar Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Jakarta, Rabu (26/8).

Didi menyampaikan di provinsi lain tidak ada masalah soal perpanjangan SIM D yang diperuntukkan bagi kaum tuna rungu. Ia meminta Pemerintah Provinsi DKI untuk mempertimbangkan kembali pembatasan perpanjangan SIM D tersebut.

Baca juga: Dishub DKI Bakal Mempermudah Tombol Penyeberangan bagi Difabel

"Mohon itu ditinjau kembali. Kalau dibatasi kembali saya prihatin. Saya berharap pemangku kebijakan punya hati untuk disabilitas," kata Didi.

Selain soal SIM D, penyandang disabilitas juga mengeluhkan terkait trotoar yang perlu ditinggikan. Bahkan mereka minta pihak berwenang melakukan penertiban trotoar yang digunakan untuk berjualan karena mengganggu.

Keluhan lainnya adalah soal gap antara lantai halte dan bus TransJakarta yang terlalu jauh dan pengadaan lift untuk stasiun kereta yang sudah ada underpass-nya.

Sementara itu, Ketua DTKJ Harris Muhamadun menyebut sudah saatnya layanan transportasi Jakarta berkeadilan.

"Transportasi Jakarta selain harus lebih maju dan modern, tapi juga berkeadilan dan mampu melayani kebutuhan kalangan disabilitas jauh dari ekspektasi mereka," kata Harris. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT