09 August 2020, 16:35 WIB

Ada Ganjil Genap, Volume Penumpang KRL Turun 1,1%


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Pada pekan ini ketika Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menerapkan pembatasan lalu lintas kendaraan pribadi dengan aturan ganjil genap. Namun, rata-rata jumlah penumpang Kereta rel listrik (KRL) justru turun.

Pada pekan sebelumnya (27– 30 Juli) rata-rata pengguna KRL adalah 395.031 penumpang. Sementara pada 3–7 Agustus (saat ganjil genap sudah diberlakukan), rata-rata pengguna KRL tercatat 390.617 atau turun 1,1%.

"Meskipun rata-rata pengguna KRL relatif stabil, PT KCI sejak pekan lalu telah menyiapkan antisipasi dengan tambahan jumlah perjalanan KRL. PT KCI saat ini telah mengoperasikan perjalanan KRL sejumlah 975 perjalanan KRL setiap harinya," kata VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba dalam keterangan resminya, Minggu (9/8).

Penambahan perjalanan telah dilakukan sepanjang akhir Juli dan terakhir pada 1 Agustus lalu untuk lintas Rangkasbitung, lintas Bekasi-Cikarang, dan lintas Depok-Bogor.

Untuk meningkatkan upaya jaga jarak, PT KCI juga selama beberapa bulan ini telah memberangkatkan kereta dari stasiun-stasiun yang bukan merupakan stasiun awal, namun cukup ramai pengguna.

"Pada pagi hari telah tersedia pemberangkatan dari stasiun Tigaraksa, Cilebut, Bojonggede, dan Sudimara. Untuk jadwal selengkapnya dapat dilihat melalui situs www.krl.co.id dan aplikasi KRL Access," papar Anne.

Aplikasi KRL Access saat ini juga telah hadir dengan tampilan baru. Para pengguna dapat mengakses berbagai layanan terutama informasi kondisi antrean di stasiun dan posisi terkini KRL. KRL Access versi terbaru sudah dapat diunduh para pengguna Android melalui Play Store dan App Store.

Dengan adanya informasi kondisi antrean di stasiun, PT KCI mengajak pengguna untuk merencanakan perjalanannya dengan perkembangan situasi agar tidak menunggu terlalu lama di antrean.

Baca juga: 8% dari Total Kasus Covid-19 di DKI di bawah Usia 19 Tahun

Untuk mengurangi interaksi pelanggan dengan petugas dan mengurangi penggunaan uang tunai yang berpotensi menjadi media penyebaran virus, PT KCI sejak 3 Agustus lalu telah memberlakukan Stasiun Bogor, Cilebut, dan Cikarang sebagai Stasiun KMT selama hari kerja. Transaksi di tiga stasiun tersebut dapat dilayani dengan menggunakan KMT, kartu uang elektronik bank, atau tiket kode QR.

Dalam memberikan layanan pada masa pandemi ini, PT KCI senantiasa mengutamakan pelaksanaan protokol kesehatan di antaranya kewajiban menggunakan masker dan pengecekan suhu tubuh saat akan naik KRL. Selain itu, pembatasan pengguna di dalam KRL, menjaga jarak saat di stasiun dan KRL, serta penyediaan wastafel tambahan sebagai fasilitas untuk mencuci tangan.

Kebersihan stasiun dan kereta juga rutin dijaga. Pembersihan berkala dilakukan selama beroperasi dan seusai jam operasional layanan KRL. (OL-14)

BERITA TERKAIT