07 August 2020, 15:06 WIB

Dishub: Jumlah Penumpang Angkutan Umum Naik Bukan karena Gage


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

DARI data Dinas Perhubungan DKI Jakarta semenjak adanya penerapan pembatasan lalu lintas ganjil genap, rata-rata jumlah penumpang angkutan umum naik 3%.

Meski ada kenaikan, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut kenaikan ini masih bisa dilayani dengan jumlah angkutan umum yang ada saat ini.

Sebelumnya, PT Transjakarta juga telah menambah armada sebanyak 155 unit bus yang beroperasi di 10 koridor yang bersinggungan dengan ruas-ruas jalan yang diterapkan ganjil genap.

Selain itu ada dukungan dari PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dengan penambahan jumlah perjalanan dengan total saat ini mencapai 971 perjalanan.

"Aspek layanan angkutan umum terjadi peningkatan jumlahh angkutan umum angkanya sekitar 3%. Jadi 3% ini rata-rata di layanan Transjakarta, MRT, LRT, dan KRL. Namun saya sampaikan peningkatan ini masih bisa di-cover oleh angkutan umum sebelum gage diujicobakan kemarin," ujar Syafrin di Jakarta, Jumat (7/8).

Baca juga: PKS: Jika Gagal Tekan Mobilitas, Gage Harus Dibatalkan

Dari pantauan, Syafrin menegaskan adanya kenaikan jumlah penumpang ini bukan karena adanya perpindahan dari pengendara pribadi ke angkutan umum.

Menurutnya, dari data para operator angkutan umum, jumlah penumpang memang secara fluktuatif meningkat setiap pekannya selama masa PSBB Transisi.

"Ini bukan karena ganjil genap tapi memang ada pola kenaikan jumlah penumpang selama masa PSBB Transisi setiap pekannya," terangnya.

Selain jumlah penumpang angkutan umum yang meningkat namun belum signifikan, kinerja lalu lintas juga disebut membaik. Kepadatan lalu lintas selama ganjil genap berkurang 4%. (A-2)

BERITA TERKAIT