20 July 2020, 17:50 WIB

Empat ASN yang Awasi Pasar Terpapar Covid-19


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Pemprov DKI Jakarta menerjunkan lima ribu aparatur sipil negara (ASN) untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan pasar dan pusat perbelanjaan. Namun, dalam kegiatan pengawasan tersebut ada empat orang ASN yang terpapar covid-19.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta Chaidir dalam rapat evaluasi PSBB pada 13 Juli sebagaimana yang dilihat Media Indonesia dalam unggahan rekaman video rapat itu di akun resmi YouTube Pemprov DKI Jakarta, Senin (20/7). 

Empat orang itu meliputi satu orang ASN dari Badan Pengelola Aset Daerah, satu orang ASN Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian. "Lalu ada dua orang ASN dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statisik, yang belum terkonfirmasi apakah terpapar di pasar atau di tempat lainnya," kata Chaidir.

Seluruh ASN yang mengawasi di pasar tersebut telah ditarik sementara selama pasar-pasar tersebut ditutup untuk melakukan sterilisasi. Sementara itu, dari hasil pengawasan ASN bersama aparat Satpol PP di pasar-pasar itu terdapat 3.035 orang melanggar aturan protokol kesehatan yang diberikan sanksi kerja sosial. Lalu ada 131 orang yang diberikan sanksi denda.

Baca juga: Tambah 1.693, Kasus Positif Covid-19 di Indonesia jadi 88.214
Baca juga: DPRD DKI Minta Anies Gratiskan Sekolah Swasta

Chaidir menjelaskan pemetaan penempatan ASN di pasar-pasar dilakukan melalui koordinasi dengan Perumda Pasar Jaya. "Tugas mereka sifatnya memberikan himbauan dan sosialisasi. Yang memberikan sanksi tetap Satpol PP," imbuh Chaidir.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menegaskan pihaknya telah melakukan tracing secara ketat terhadap para pedagang pasar serta ASN yang kemungkinan terpapar covid-19 di pasar.

"Namun, sebetulnya belum tentu mereka ini terpapar di pasar. Karena saat ini orang tanpa gejala itu sangat banyak dan ada di mana-mana. Jadi ada kemungkinan bahwa mereka ini bisa saja terpapar di transportasi mereka atau di tempat lain," terangnya.

Dalam rapat yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu, Sekda DKI Saefullah pun meminta agar ASN yang melakukan pengawasan di pasar maupun di pusat perbelanjaan bisa dibekali alat pelindung diri (APD) yang lebih baik seperti pelindung wajah atau face shield. "Ya di BPBD mungkin ada. Itu tolong diberikan sebagai tambahan pengamanan kepada ASN kita," tegasnya. (J-2) 

BERITA TERKAIT