16 July 2020, 11:05 WIB

Polisi Kerahkan 3.600 Personel untuk Jaga Demo di DPR


Siti Yona Hukmana | Megapolitan

DIREKTUR Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyampaikan pihaknya akan mengerahkan ribuan personel guna mengamankan aksi unjuk rasa di depan Gedug DPR/MPR RI Jakarta terkait tuntutan pencabutan Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dari prolegnas dan penolakan RUU Cipta Kerja (Ciptaker).

"Ada sebanyak 3.400 sampai 3.600 personel keseluruhannya akan diturunkan," kata Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta, Kamis (16/7).

Sambodo mengatakan, ribuan personel itu dibagi per sif. Sebanyak 300 personel menjaga aksi massa pada pagi hingga siang.

"Nanti kita ganti lagi dari siang sampai malam 300 orang," ujar Sambodo.

Baca juga: Ada Demo di Depan DPR, Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menambahkan, pihaknya siap mengawal unjuk rasa. Namun, dia berpesan agar massa aksi tertib dan menjaga jarak serta menggunakan masker untuk mencegah penyebaran covid-19.

"Aturan protokol kesehatan harus tetap dijalankan," ujar Yusri.

Unjuk rasa terkait RUU HIP ini dilakukan oleh Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI dan Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak). ANAK NKRI beranggotakan 174 organisasi masyarakat (Ormas). Tiga di antaranya adalah Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF).

Sementara massa pennuntut penghentian pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law tak hanya dari elemen buruh. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) ikut turun ke jalan menolak pengesahan RUU Ciptaker tersebut.(OL-5)

BERITA TERKAIT